DetikNews
Minggu 22 April 2018, 23:04 WIB

SBY Sarankan Jokowi Jelaskan Jumlah TKA yang Kerja di Indonesia

Muhammad Iqbal - detikNews
SBY Sarankan Jokowi Jelaskan Jumlah TKA yang Kerja di Indonesia Foto: M Iqbal-detikcom
Cilegon - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menjelaskan secara gamblang soal jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Indonesia. Penjelasan dari pemerintah dinilainya perlu agar tidak timbul informasi simpang siur terkait TKA tersebut.

Informasi terkait berapa banyak TKA yang bekerja di Indonesia diakui SBY masih simpang siur. Di satu sisi ada yang menyatakan kecil, namun di sisi lain mengatakan TKA dalam jumlah besar.

"Oleh karena itu begini saja, karena ini pemerintahan rakyat, yang berdaulat rakyat, tolong pemerintah menjelaskan dengan gamblang sebetulnya berapa sih tenaga kerja asing, berapa puluh ribu, atau belasan ribu atau ratusan ribu saya tidak tahu," kata SBY dalam acara Silaturahmi Soesilo Bambang Yudhoyono dengan Tokoh Masyarakat dan Ulama Kota Cilegon di Hotel The Royal Krakatau, Minggu (22/4/2018).

Dengan informasi yang simpang siur itu, SBY tidak mau gegabah dalam membicarakan hal tersebut lantaran menghindari fitnah dan dikatakan hoax. Namun, kata SBY, banyak yang mengatakan bahwa TKA yang bekerja di Indonesia jumlahnya ribuan.

"Saya tidak boleh salah bicara nanti dikira fitnah, dikira hoax, dikira berita palsu. Tetapi banyak sekali yang mengatakan di sana sekian ribu (tenaga kerja asing). Maka daripada jadi fitnah, tolong Pak Presiden, Pak Menteri atau siapapun jelaskan kepada rakyat berapa besar tenaga kerja asing yang masuk Indonesia," kata dia.

Meski demikian, kata SBY, dalam pergaulan Indonesia dengan negara-negara ASEAN, pekerja asing memang tidak dilarang untuk bekerja di Indonesia. Terlebih jika ada ahli dari negara ASEAN yang bekerja kemudian Indonesia pun mengirimkan hal yang sama.

"Yang tidak boleh kalau datang tenaga kerja asing secara besar-besaran, mengapa? Pengangguran masih banyak, tenaga kerja kita juga sudah banyak yang terampil dan bisa bekerja sendiri, mengapa kita harus mendatangkan tenaga kerja asing dalam jumah yang besar," tuturnya.
(jor/jor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed