DetikNews
Jumat 20 April 2018, 19:07 WIB

Rizal Ramli akan Tangkap 100 Orang Berengsek Jika Menang Pilpres

M Zhacky - detikNews
Rizal Ramli akan Tangkap 100 Orang Berengsek Jika Menang Pilpres Rizal Ramli bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. (Indra/detikcom)
Jakarta - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan bakal mencalonkan diri sebagai capres dalam Pemilu 2019. Rizal pun sudah menyusun rencana kerja jika nantinya terpilih sebagai presiden.

Pada hari pertama kerja sebagai presiden, jika menang, Rizal akan langsung membuat gebrakan. Rizal akan mengirimkan orang-orang yang dia anggap berengsek ke pulau yang banyak nyamuk malaria.

"Hari pertama kami jadi presiden, saya akan tangkap 100 orang paling berengsek di Indonesia. Kita buang ke Pulau Malaria di Indonesia tengah, sudah ada ancer-ancer. Nanti kita tentukan yang banyak nyamuk malarianya," kata Rizal setelah bertemu Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).


Menurut Rizal, untuk membasmi orang berengsek, harus tetap dipikirkan hak asasi manusia (HAM). Kata dia, jika orang berengsek yang dibuang ke Pulau Malaria meninggal, itu tak melanggar HAM.

"Karena saya tidak ingin mengikuti presiden di Filipina. Dia yang badung, kacau, raja narkoba, ditembak mati. Itu melanggar hak asasi manusia. Tapi kami kirimkan 100 orang paling berengsek ke Pulau Malaria," ujar Rizal.


"Jadi seandainya mereka sakit kena malaria, terus meninggal, yang melanggar hak asasi manusia kan bukan Rizal Ramli, tapi nyamuk malaria," lanjut Rizal sambil tertawa.

Pada hari kedua, Rizal akan menerbitkan perppu atau keppres terkait pembiayaan partai politik. Dia ingin parpol di Indonesia dibiayai negara.

Eks Menteri Keuangan itu menilai keleluasaan yang diberikan negara kepada parpol untuk mencari uang sendiri sudah tak relevan. Namun yang terjadi, parpol justru membiayai organisasinya dengan merampok anggaran negara.

"Kita tinggalkan gaya Amerika ini. Bagaimana partai politik nyari duit sendiri, orang kaya banyak bisnis banyak mereka nyumbang. Kita nggak ada duit, partai politik nyolong di pemerintahan. Kita ikuti sistem Eropa, sistem yang juga berlaku di Inggris, Australia, New Zealand, partai politik seluruhnya dibiayai negara," papar Rizal.


(zak/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed