DetikNews
Jumat 20 April 2018, 16:24 WIB

Insiden Guru Tampar Murid, DPR: Ada Pelanggaran UU Perlindungan Anak

Moch Prima Fauzi - detikNews
Insiden Guru Tampar Murid, DPR: Ada Pelanggaran UU Perlindungan Anak Foto: Screenshot video
Jakarta - Belakangan ini viral video penamparan yang dilakukan oknum guru di Purwokerto, Jawa Tegah, kepada seorang murid SMK. Insiden itu pun memancing perhatian pimpinan DPR RI yang menilai sebagai pelanggaran hukum.

Diungkap oleh Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru tak bisa dibenarkan. Menurutnya tak etis jika seorang guru melakukan hal tersebut kepada muridnya. Untuk itu ia menilai bahwa tindakan tersebut melanggar hukum soal perlindungan anak.

"Penamparan kepada murid oleh guru tentu tak bisa dibenarkan. Selain tak etis, tindakan itu mengarah pada kekerasan fisik. Sehingga ada pelanggaran pada Undang-Undang Perlindungan Anak di situ. Sehingga jika orang tua si murid melaporkan kepada aparat Kepolisian, maka guru itu bisa terancam sanksi pidana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/4/2018).

[Gambas:Video 20detik]




Pelanggaran yang dimaksud Taufik adalah Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia menjelaskan kaitannya dengan aturan hukum itu adalah seorang anak yang ada di dalam dan lingkungan sekolah wajib dilindungi dari kekerasan yang dilakukan guru, pengelola sekolah, atau temannya.

Dengan begitu sesuai dengan Pasal 80 Ayat 1, guru tersebut terancam sanksi pidana penjara paling lama 3,5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp72 juta.

Ia juga setuju dengan langkah orang tua siswa yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Menurutnya, hal itu bisa memberikan efek jera kepada pelaku. Taufik tak setuju jika untuk mendisiplinkan muridnya seorang guru harus melakukan kekerasan.


"Langkah hukum ini agar ada efek jera dan ke depannya tidak terjadi lagi. Upaya mendidik atau mendisiplinkan anak dengan melakukan kekerasan tak diperbolehkan. Karena sekolah merupakan rumah kedua bagi anak-anak, sehingga keamanan dan kenyamanan anak-anak itu menjadi tanggung jawab sekolah. Bukan malah mendapat kekerasan dari gurunya," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya sebuah video kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Purwokerto, tengah menjadi viral di media sosial seperti Facebook, Whatsapp maupun Instagram pada Kamis (19/4/2018). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB di SMK Kesatrian Purwokerto saat mata pelajaran Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed