Penyulingan Merkuri di Hutan Maluku Dibongkar, Pasutri Ditangkap

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 20 Apr 2018 08:45 WIB
Foto: dok. Istimewa
Jakarta - Polda Maluku mengungkap penambangan ilegal batu sinabar di Hutan Watuku, Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Di lokasi tersebut polisi menyita 60 kilogram merkuri, yang merupakan hasil olahan dari batu sinabar.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem mengatakan kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut pada Senin, 17 April 2018.

"Ada informasi dari masyarakat yang sedang mencari kayu di Hutan Watuku melihat ada nyala api di satu titik hutan. Kemudian dicek, ternyata ada pembakaran kayu ke tabung-tabung penyulingan," jelas Roem dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (20/4/2018).

Warga mencurigai aktivitas tersebut hingga akhirnya melapor ke polisi. "Warga tahu tidak mungkin ada penyulingan minyak kayu putih di situ, sehingga dia kemudian melapor ke polisi," lanjutnya.


Polisi menindaklanjuti informasi tersebut hingga akhirnya menangkap dua orang di lokasi tersebut. Keduanya adalah KR (35) bersama istrinya, ML (39).

"Barang bukti berikut keduanya kami amankan, kemudian selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah kedua pelaku di Desa Tulehu," sambungnya.

Tersangka penambangan batu sinabarTersangka penambangan batu sinabar (Foto: dok. Istimewa)

Di rumah pasangan suami-istri ini, ditemukan ada 20 kg air raksa yang dicampur air. Sedangkan barang bukti yang disita di lokasi penambangan antara lain enam buah besi penyulingan, tiga karung plastik sisa pembakaran sinabar, terpal, ember plastik, serta air raksa dan peralatan lainnya.

"Total barang bukti ada 50-60 kg merkuri berasal dari hasil pengolahan sekitar 200 kg batu siabar," tuturnya.

Secara terpisah, Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Maluku AKBP Handik F Zusen mengatakan pihaknya tetap berkomitmen menindak para penambang ilegal sinabar. "Kami akan tindak penambang-penambang ilegal hingga ke pengolahannya (merkuri) dalam rangka mewujudkan Indonesia bebas merkuri demi menjaga lingkungan hidup di Maluku agar tetap sehat dan bersih serta terhindar dari bahaya merkuri," tutur Handik.

(mei/ams)