DetikNews
Kamis 19 April 2018, 19:40 WIB

PPP Tepis Klaim Yusril Soal Kadernya yang Pindah ke PBB

Tsarina Maharani - detikNews
PPP Tepis Klaim Yusril Soal Kadernya yang Pindah ke PBB Pengurus PPP (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra mengklaim banyak kader PPP yang pindah ke partainya. Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa heran dengan pernyataan Yusril itu.

"Masa Pak Yusril ngomong seperti itu? Mungkin karena dalam rangka kontestasi makanya ngomongnya macem-macem. Orang kan bisa bicara dari hal yang paling kiri sampai yang paling kanan. Negatif dan positif, demi kepentingannya," ujar Suharso di Hotel Harris Suites FX Sudirman, Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).


Menurut Suharso, klaim Yusril tersebut memperburuk situasi politik jelang Pemilu 2019. Dia mengingatkan Yusril agar tak menjelek-jelekkan lawan politik untuk menarik perhatian.

"Nggak usah memburukkan yang lain, atau menafikkan yang lain, menjelekkan. Biar bangsa ini belajar berdemokrasi yang lebih baik dan lebih baik lagi," ucapnya.


Suharso pun menampik adanya konflik dan kubu-kubu di tubuh PPP. Jika pun ada, sebut Suharso, konflik itu telah diselesaikan.

"Kan sudah nggak ada (konflik). Konflik itu dikatakan oleh orang yang menganggap tidak masuk atau apa, saya enggak pernah melihat nama mereka," kata Suharso.


Yusril sebelumnya membenarkan soal adanya kader PPP yang bakal bergabung dengan partainya. Salah satu yang menurutnya bakal bergabung ialah wakil ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung).

Menurut Yusril adanya sejumlah kader PPP yang ingin pindah ke PBB tak lepas dari konflik internal yang dialami PPP. Selain itu, Yusril juga menyatakan ada kader PPP yang merasa tidak dapat menerima keputusan partai soal dukungan dalam Pilgub DKI yang lalu hingga arah koalisi pada pilpres mendatang.

"Ini bukan soal ajak mengajak, tetapi timbulnya kesadaran di kalangan rekan-rekan politisi dan aktivis PPP untuk bergabung ke PBB setelah partai itu mengalami konflik internal berkepanjangan. Ada pula yang merasa kurang dapat menerima kebijakan politik partai, baik dalam Pilgub DKI Jakarta yang lalu maupun arah koalisi dalam pilpres yang akan datang," ucap Yusril, Senin (16/4).


(tsa/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed