detikNews
Kamis 19 April 2018, 17:09 WIB

Ketum PPP Bicara Potensi Indonesia Menjadi Negara Industri

Moch Prima Fauzi - detikNews
Ketum PPP Bicara Potensi Indonesia Menjadi Negara Industri Foto: Dok PPP
Jakarta - Industri dalam negeri masih dikenal sebagai pengekspor bahan mentah ke berbagai negara. Padahal jika sanggup memproduksi bahan jadi secara mandiri, Indonesia dinilai bisa menjadi pasar yang strategis.

"Saat ini Indonesia yang menjadi pasar saja. Banyak orang datang beramai-ramai, apalagi jika menjadi pasar sekaligus tempat produksi," ujar Ketua Umum PPP Romahumuziy, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/4/2018).


Ia menjelaskan dari 10 komoditas ekspor, hanya tiga di antaranya yang memiliki campur tangan dalam negeri dari segi teknologi. Sisanya diekspor berupa bahan mentah.

"Hari ini dari 10 komoditi ekspor yang dikirim ke dunia. Hanya tiga yang memiliki kandungan teknologi yaitu otomotif, elektronik, tekstil dan produk tekstil. Itupun bukan teknologi canggih. Tujuh produk lainnya adalah bahan mentah yaitu kakau, lada, kopi, karet dan lainnya," kata dia.

Untuk itu ia mengajak semua orang untuk berfikir lebih produktif dan menjadi industrialis. Jika menjadi industrialis, itu akan memberikan dampak domino kepada perekonomian Indonesia. Menurutnya tidak hanya memberikan nilai tambah, namun juga bisa membuat banyak orang berdatangan ke Indonesia.

Sebagai contoh belum adanya industrialis di Indonesia, ia mengatakan negara Swiss yang terkenal dengan olahan produk cokelatnya. Padahal negara tersebut bukan penghasil biji kakao.


Malahan, Indonesia yang dikenal sejak zaman penjajahan yang mengekspor biji kakao dari Sulawesi Tengah belum ada yang menghasilkan cokelat sekelas produksi Swiss.

"Dari Sulewesi Tengah sejak zaman penjajahan selalu mengeskpor biji kakau, tidak pernah ada merek cokelat asli yang dikenal dunia seperti Silver Queen atau Cadburry. Padahal di Swiss dan Belgia tidak ada satupun pohon kakao, tetapi keduanya menjadi eksportir cokelat ke seluruh dunia," kata Rommy.

Untuk itu, lanjut dia, jika menjadi negara industrialis maka Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor kakao, namun mengolahnya menjadi merek cokelat dunia.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed