DetikNews
Kamis 19 April 2018, 16:50 WIB

Sandi Usul Kolong Tol Priok Dipagari untuk Cegah Warga Buang Sampah

Indra Komara - detikNews
Sandi Usul Kolong Tol Priok Dipagari untuk Cegah Warga Buang Sampah Lautan sampah di kolong tol Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai dibersihkan (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pengelola Tol Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam proses pembersihan sampah di kolong tol tersebut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyarankan agar kolong tol itu diberi pagar.

"Sudah sempat dibersihkan waktu itu tapi waktu dibersihkan oleh aparat pemprov DKI tidak dibarengi pemagaran oleh pemilik jalan tolnya, ini akan koordinasi," kata Sandi di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Menurutnya, jika tak dipasangi pagar, lokasi tersebut berpotensi terus jadi lokasi pembuangan sampah. Hal itu berdampak buruk pada masyarakat.

"Karena kalau tidak dipagarin pasti akan digunakan oleh masyarakat untuk... ya kalau misalnya dipakai untuk beraktivitas sih nggak apa-apa, tapi kalau dipakai untuk membuang sampah itu sangat tidak higienis malah bisa menjadi ancaman bagi masyarakat," ujarnya.

Pasukan oranye mengangkut sampah secara manualPasukan oranye mengangkut sampah secara manual (Foto: Pradita Utama/detikcom)


Rabu (18/4), sampah yang memenuhi kolong Jalan Tol Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai dibersihkan. Sebanyak 20 gerobak motor dikerahkan untuk mengangkut 'lautan' sampah tersebut.

Kasatpel Lingkungan Hidup Basrudin mengatakan salah satu kesulitan yang dialami petugas yakni akses kendaraan besar yang tak bisa memasuki lokasi tersebut. Oleh sebab itu sampah diangkut pakai gerobak motor.


"Terus terang saja akses jalan yang sulit. Kita hanya menangani dengan menggunakan gerobak motor, itu pun kalau cuaca cerah dan mendukung. Kalau hujan, gerobak motor juga tidak bisa lewat," katanya.

Sampah diangkut pakai gerobak motorSampah diangkut pakai gerobak motor (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Basrudin menyebut sampah yang memenuhi kolong Jalan Tol Tanjung Priok sepanjang kurang-lebih 600 meter dengan ketinggian sekitar 2 meter sudah menyatu dengan tanah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan elemen terkait, termasuk kelurahan dan warga sekitar, dengan melakukan giat gerebek sampah agar cepat diatasi.


Basrudin menargetkan pengangkutan sampah di kolong jalan tol ini akan memakan waktu sekitar satu bulan.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed