Usai Bunuh Julius, Pelaku Angkut Barang & Tinggalkan Rumah
Rabu, 06 Jul 2005 19:36 WIB
Bekasi -
Pembunuh Julius Alexander Matital, korban mutilasi, diduga lebih dari satu orang. Rumah yang diduga digunakan tempat pembataian sudah disegel polisi. Sehari seusai membunuh Julius, para pemuda yang diduga pelaku tampak mengangkut barang dan meninggalkan rumah tersebut. Rumah yang diduga sebagai tempat pembantaian terhadap Julius itu beralamatkan di Jl. Cemara Raya, Blok A, nomor 66-67, RT 02, RW 10, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi. Polisi menggeledah dan menyegel rumah yang berada di hook itu sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (6/7/2005). Pembunuhan terhadap Julius itu diduga dilakukan pada Sabtu (2/7/2005) malam. Menurut Dian, sekretaris RT 02/10, seorang warga bernama Ny Aris mengaku mendengar suara jeritan dari seseorang. Ny Aris ini tinggal di rumah yang berdempetan dengan rumah yang dihuni para pemuda asal Indonesia Timur itu. "Menurut Ibu Aris, saat itu ada orang menjerit, seperti orang disika. Orang itu berteriak aduh, aduh, berkali-kali," kata Dian kepada wartawan di sekitar rumah tersebut, Rabu (6/7/2005). Tapi, saat itu, warga yang juga mendengar jeritan itu tidak terlalu mengindahkannya. Warga menduga bahwa kejadian itu hanya keributan antara pemuda-pemuda itu dengan abang becak. "Tapi, ternyata jeritan itu mungkin berasal dari korban yang dibunuh," kata Dian. Rumah itu sebetulnya rumah milik Pardjo. Namun, sejak 6 Juni 2005 lalu, rumah itu disita oleh para pemuda asal Indonesia Timur itu. Gara-garanya Pardjo tidak bisa membayar utang yang begitu tinggi kepada mereka. Sehari-hari, rumah ini ditempati sekitar 5-10 pemuda. Sementara itu Bambang, sekretaris RW 10, Kelurahan Harapan Jaya menyatakan, para pemuda itu terlihat bertindak mencurigakan pada pukul 20.00-21.00 WIB, Minggu (3/7/2005). Saat itu, mereka tampak tergesa-gesa mengangkut barang-barang berharga dari rumah tersebut. "Mereka ternyata pindah," kata Bambang. Barang-barang yang mereka bawa itu, antara lain kulkas, televisi, sofa, dan beberapa barang lain. Setelah Minggu malam itu, tidak ada orang yang tinggal di rumah tersebut. Julius, merupakan korban pembunuhan secara mutilasi. Potongan tubuhnya, berupa kepala dan dua kakinya ditemukan di Pekuburan Cina, Kebon Nanas, Jakarta Timur pada Senin (4/7/2005) lalu.
(asy/)










































