Antrean di Kupang 2 Km, Harga Premium Rp 35 Ribu/liter
Rabu, 06 Jul 2005 17:38 WIB
Kupang -
Presiden SBY boleh saja mengimbau masyarakat tidak panik mengenai langkanya BBM. Tapi, kalau hanya 1 SPBU yang melayani penjualan premium di Kupang bagaimana? Tentu, masyarakat menjadi panik luar biasa. Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi bensin di 8 SPBU yang ada di Kupang sudah terlihat sejak Rabu, (6/7/2005) pagi. Bahkan, antreannya mencapai 7 kilometer. Hingga pukul 18.00 Wita, jumlah SPBU yang beroperasi terus berkurang, karena stok habis. Kini, hanya satu SPBU di Jalan WJ Lalamentik, Kupang, yang beroperasi. Itu pun diprediksi stok premium yang dimiliki akan habis dalam 2 jam mendatang. Hingga saat ini, antrean kendaraan di SPBU ini sudah mencapai 2 kilometer lebih. Belum lagi masyarakat yang membawa dirigen juga ikut antre. Suasananya persis antre minyak pada saat Orde Lama. Sejumlah polisi yang menjaga SPBU ini pun cukup kewalahan. Selain mengawasi antrean, mereka juga disibukkan dengan arus lalu lintas yang macet.Sementara di 7 SPBU lainnya, antrean kendaraan masih terlihat. Padahal, petugas SPBU itu sudah menuliskan pengumuman "Premium Habis". Puluhan pengendara mengaku akan tetap bertahan di SPBU. Bahkan, beberapa sopir angkutan kota dan tukang ojek akan menginap.Hingga kini belum ada pengumuman secara resmi dari pemerintah daerah dan Pertamina mengenai kelangkaan ini. Datangnya truk-truk tangki BBM juga masih belum ada tanda-tanda akan sampai di SPBU.Langkanya premium ini tentu saja dimanfaatkan oleh para pedagang pengecer BBM. Harganya pun bervariasi. Bahkan, sudah ada pedagang yang menjual premium Rp 35 ribu perliter. Ck..ck!Kelangkaan premium ini tidak berlaku untuk BBM jenis solar. Namun, karena padatnya kendaraan yang memenuhi SPBU membuat bus dan truk yang akan mengisi bahan bakar solar tidak bisa masuk ke SPBU. Ruas-ruas jalan di Kota Kupang tampak lengang. Banyak warga yang enggan menggunakan kendaraan akibat langkanya premium. Selain pengecer bensin, tukang ojek yang beroperasi juga meraup keuntungan. Ongkos ojek yang biasanya Rp 1.000 tidak lagi berlaku. Mereka mematok ongkos Rp 10.000.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































