DetikNews
Kamis 19 April 2018, 05:21 WIB

Saat Dishub DKI Sindir Ojol Mangkal Sembarangan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Saat Dishub DKI Sindir Ojol Mangkal Sembarangan Driver ojek online yang parkir di tepi Jalan Mangga Dua, tepatnya di depan Mal Mangga Dua, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Keberadaan ojek online (ojol) yang sering mangkal di pinggir jalan disoal anggota DPRD DKI. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Andri Yansyah kemudian melontarkan sindiran ke bos Go-Jek Nadiem Makariem dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) soal banyaknya ojol yang mangkal itu.

Andri mengungkapkan hal ini dalam rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018) siang tadi. Sindiran itu bermula dari pertanyaan anggota DPRD DKI Komisi B, AH Nawawi.


Nawawi menanyakan soal sistem yang dimiliki Dishub untuk mengantisipasi banyaknya driver ojol yang mangkal di sejumlah lokasi. Dia menganggap Dishub melakukan pembiaran dan tak melakukan penertiban.

"Apakah sudah ada program yang dibuat oleh Dishub tentang parkirnya Go-Jek? Saya sambil jalan lihat hampir setiap mal, setiap hotel, setiap gedung yang ramai di depannya, hampir terisi oleh parkir Go-Jek. Dibiarkan begitu saja? Coba di Ragunan, ratusan Go-Jek mangkal. Tapi sepertinya kok leha-leha saja," kata Nawawi.


Andri mengakui jika Dishub DKI belum punya program untuk mengatasi ojol yang kerap mangkal di pinggir jalan. Meski begitu, dia menganggap hal itu bukan salah Dishub. Dia kemudian melempar bola panas ke Go-Jek dan Kominfo karena perilaku driver ojol ini tak sesuai dengan filosofi awal.

"Terus terang saja, jujur aja, Pak, belum ada (program). Malah saya justru mempertanyakan bos Go-Jek dan Kominfo. Dulu kan online supaya nggak mangkal. Kenapa ini malah mangkal. Itu filosofinya dulu. Kita nggak punya tanggung jawab itu," ujar Andri.


Andri mengatakan Dishub tidak menyediakan tempat mangkal untuk ojol karena hal itu dianggap melegalkan pelanggaran. Andri memastikan pihaknya tetap menindak pelanggar aturan lalu lintas.

Andri menambahkan pada periode Januari-April, ada sebanyak 9 ribu kendaraan yang sudah ditindak. Kendaraan itu terdiri dari transportasi online maupun angkot.


Keberadaan ojek online yang kerap mangkal sembarang ini memang menjadi penyebab semrawutnya arus lalu lintas di beberapa lokasi. Dishub maupun pihak kepolisian sudah pernah menindak maupun mengantisipasi hal ini.

Sudinhub Jakpus pernah mengatur titik penjemputan dan parkir ojol di Stasiun Sudirman, salah satunya di lahan bekas Pasar Blora. Dishub memasang papan peringatan akan mengangkut dan menilang sepeda motor yang parkir sembarangan.


Sementara di Jakbar, petugas Dishub juga pernah membongkar pangkalan ojek yang berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan Seasons City. Penertiban ini dilakukan dalam Operasi Bulan Tertib Trotoar guna menjamin kenyamanan para pejalan kaki.
(jbr/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed