"Ketika Golkar dulu tidak bersama Pak Jokowi, tiba-tiba jadi yang pertama (mendukung) itu Golkar. Mungkin sedang ada maunya," kata Ketua DPP PKB itu di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Golkar baru bergabung menjadi partai pendukung pemerintahan Jokowi pada 2016. Meski sebetulnya Jokowi memimpin kabinet bersama Wapres Jusuf Kalla, yang merupakan mantan Ketum Golkar, pada Pilpres 2014 JK jadi cawapres Jokowi bukan melalui Golkar.
"Mungkin ada sesuatu yang mau dipanen di situ, maka datanglah. Tapi kami tetap menghargai itu. Dan kalau betul-betul tulus tanpa syarat mendukung Pak Jokowi, nggak ada masalah," sambung dia.
Bukan hanya Golkar, Jazilul pun mengungkit posisi PPP pada Pemilu 2014. Ia mengungkit partainya lebih dulu mendukung Jokowi dibandingkan PPP.
"Jadi tentu kita flashback dulu. Satu-satunya partai berbasis Islam yang mendukung Pak Jokowi saat itu hanya PKB. Dan semua tahu, PPP kan belakangan (menyatakan dukungan)," sebutnya.
Selain itu, PKB menilai dukungan PPP tidak membawa pengaruh besar. Apalagi, menurutnya, Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) tak sering membahas isu-isu keislaman dengan Jokowi.
Golkar sendiri ternyata mengusulkan Airlangga Hartarto sebagai cawapres Jokowi bila koalisi tercapai, simak dalam video berikut:
(yas/bag)











































