DetikNews
Rabu 18 April 2018, 13:54 WIB

Sandiaga Kaget BAZIS DKI Disebut Ilegal

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sandiaga Kaget BAZIS DKI Disebut Ilegal Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno dalam FGD membahas pengelolaan zakat. Sandi mengaku sempat kaget saat mendengar BAZIS disebut ilegal. (Foto: Marlinda Oktaviani Erwanti/detikcom)
Jakarta - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku kaget Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZIS) DKI disebut ilegal. Dia mengatakan saat itu dia ingin BAZIS diselaraskan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

"FGD ini tebersit karena ada pernyataan dari Pak Ketua Baznas, sahabat kita, guru kita juga, Pak Bambang Sudibyo, bahwa BAZIS DKI itu ilegal. Saya langsung tersentak gitu loh," kata Sandiaga di gedung Blok G, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018).

Sandiaga menyatakan ini saat membuka focus group discussion (FGD) dengan tema 'Kepastian Kelembagaan dan Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) Provinsi DKI Jakarta'.


Sandiaga berharap FGD ini dapat menciptakan sinergi antarlembaga pengelola ZIS, seperti BAZIS dan Baznas. Selain itu, ia ingin meningkatkan peran BAZIS dalam pembangunan DKI Jakarta.

Saat ini, Sandiaga menilai BAZIS sudah dikenal masyarakat luas sebagai lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah. Dia ingin BAZIS dapat berkolaborasi dengan lembaga lain.

"BAZIS itu kayak brand yang sudah kuat. Jadi sudah nempel gitu loh. Jadi ingat zakat, ingat BAZIS. Di mana-mana begitu," tuturnya.


"Kita ingin nanti forum zakat ini terus bisa mendorong agar BAZIS yang sudah menjadi brand kuat, bisa berkolaborasi juga dengan yang lain. Karena saya yakin bahwa ini kita baru ngomongin yang kecil sekali, belum bicara yang besar. Ini fenomena gunung es. Ini hanya puncaknya saja. Tapi bawahnya itu hampir Rp 50 triliun yang bisa collect," imbuh Sandiaga.

Sandiaga mengatakan nantinya hasil FGD ini akan menjadi rekomendasi penting untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama dan Baznas. Ia meyakini FGD ini dapat menaikkan potensi zakat, infak, dan sedekah menjelang Ramadan.

"Kita kumpulkan, kita curahkan potensinya apa. Nanti road map-nya seperti apa. Bagaimana collection growth itu harus selalu di atas 20 persen. Sekarang ini baru 15-20 persen. Jadi collection growth ini harus meningkat. (Target) Rp 300 miliar ini karena saya dorong," tuturnya.


Sandiaga juga berharap, seusai FGD, ada kelanjutan komunikasi dan kerja sama BAZIS dengan lembaga zakat dan instansi terkait lainnya.

"Dan saya harapkan FGD ini akan lahirlah analisa, rekomendasi, solusi, peta jalan, target, sasaran kongkret, dan juga menggunakan teknologi dan digital. Kita gunakan juga kebangkitan dari ekonomi syariah. Kita juga gunakan kebangkitan dari ghirah (semangat) masyarakat Jakarta untuk melaksanakan syariat agamanya," pungkasnya.

Dalam FGD ini, beberapa narasumber yang hadir antara lain Wakil Ketua DPRD Jakarta M Taufik dan Tri Wicaksana; akademisi UIN Jakarta Amin Summa; Direktur IDEAS Yusuf Wibisono; budayawan Betawi Ridwan Saidi; Ketua Umum Forum Zakat Nasional Bambang Suherman; CEO Rumah Zakat Nur Efendi; CEO Lazisnu/NU Care, Syamsul Huda; dan CEO Lazismu Hitman Latief.
(jbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed