Minta Dirut Diganti, 3.000 Karyawan PT Pos Kepung Istana
Rabu, 06 Jul 2005 12:06 WIB
Jakarta - Meneg BUMN Sugiharto bisa jadi pusing. Para karyawan sejumlah BUMN bergolak. Kini, giliran karyawan PT Pos Indonesia. Mereka meminta direktur utama (Dirut) diganti. Untuk menyalurkan aspirasinya, karyawan PT Pos Indonesia turun jalan. Ada sekitar 3.000 orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) berdemo di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.Mereka menuntut kepada pemerintah untuk mengganti Dirut PT Pos Indonesia Ali Nafiah. Ali yang menjabat sejak tahun 1999 sebenarnya harus sudah diberhentikan pada 29 Juni 2005, sesuai janji Meneg BUMN pada pertemuan dengan SPPI pada 13 Mei 2005. Namun, hal itu tidak terealisasikan hingga sekarang."Kami menuntut janji Meneg BUMN," kata Ketua Umum SPPI Koswara kepada wartawan di sela-sela aksi, Rabu (6/7/2005).Menurut Koswara, pada kepemimpinan Ali, PT Pos Indonesia mengalami kerugian hingga Rp 80 miliar. Selain itu, terdapat anggaran untuk dana pensiun sebesar Rp 20 miliar, namun tidak jelas peruntukkannya. Ali juga dituduh mengadakan proyek tanpa tender. Proyek itu adalah Wasantaranet, fasilitas pelayanan internet bagi PT Pos Indonesia. "Ada praktek-praktek KKN dalam pengelolaan perusahaan. Kondisi hubungan SPPI dan direksi juga semakin memburuk," ungkap Koswara.Sebelum tiba di Istana Merdeka, SPPI melakukan aksi long march dari Gedung Pos Besar Jakarta di Jl Lapangan Banteng. Mereka juga membawa spanduk dan poster yang isinya, "Janji ganti direksi dalam RUPS tidak terbukti, Meneg BUMN bohong", "Kami tidak akan diam, ganti direksi untuk perubahan", "Ganti Direksi=Selamatkan PT Pos", dan sebagainya.Saat ini, lima perwakilan SPPI diterima oleh pihak Istana Merdeka. Menurut rencana, setelah diterima di Istana, mereka akan melakukan aksi ke Departemen Kominfo dan Meneg BUMN. Mereka dikawal 100 personel polisi dari Polres Metro Jakarta Pusat. Akibat demo ini, kondisi lalu lintas tersendat.
(atq/)











































