DetikNews
Senin 16 April 2018, 11:34 WIB

Lagi di Melbourne, Direktur RS Medika Ditelepon soal Novanto

Faiq Hidayat - detikNews
Lagi di Melbourne, Direktur RS Medika Ditelepon soal Novanto Sidang lanjutan Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Senin (16/4/2018) Foto: Faiq Hidayat-detikcom
FOKUS BERITA: Drama Novanto di RS
Jakarta - Direktur RS Medika Permata Hijau, Dr Hafil Budianto Abdulgani, menceritakan saat dirinya menerima laporan eks Ketua DPR Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau. Hafil merasa heran harus menerima laporan tersebut.

Saat itu, Hafil sedang berada dalam acara kongres dokter seluruh Asia di Melbourne, Australia. Dia menerima laporan tersebut dari Plt Pelayanan Medis RS Medika Permata Hijau, dr Alia.

[Gambas:Video 20detik]



"Saya disampaikan pengacara SN (Setya Novanto) menelepon dokter Alia dan minta dirawat serta juga pesan kamar. Agak heran karena jauh luar negeri, ini masalah harus tangani, saya bilang silakan melalui prosedur," ujar Hafil dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Saat berada di luar negeri, Hafil menyerahkan tugasnya kepada dokter Alia. Menurut dia, seharusnya pasien yang masuk rumah sakit tidak harus melaporkan kepada dirinya.

"Tidak harus direktur diminta persetujuan pasien membutuhkan laporan direktur. Saya kaget sudah memberikan wewenang. Siapapun harus dirawat silahkan saja tanpa membedakan jabatan dan orang," kata Hafil.

Meski berada di luar negeri, Hafil mengaku mendapatkan berita mengenai Setya Novanto. Dia mengetahui Setya Novanto merupakan pejabat ketua DPR saat itu.

"Setelah itu ya berfikir timbul berita-berita. Saya dikirim berita dari Tanah Air mengenai Setya Novanto melalui WA. Saya membuka beberapa hari karena sibuk acara kongres tersebut harus melobi teman-teman," ujar Hafil.




Hafil juga mengaku terus mengikuti perkembangan berita terkait Novanto melalui media. Dia mendengar dokter Bimanesh Sutarjo memberikan pernyataan kepada media, Novanto mengalami kecelakaan.

"Saya kaget mendengar masalah kecelakaan," tutur dia.

Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Bimanesh diduga bekerja sama dengan mantan pengacara Novanto Fredrich Yunadi merekayasa sakitnya eks Ketua DPR tersebut.




(fai/fdn)
FOKUS BERITA: Drama Novanto di RS
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed