Diawali Tablig Akbar, 1000 Ton Beras untuk Suriah Dikirim dari Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Minggu, 15 Apr 2018 21:59 WIB
Foto: Agus Setyadi/detikcom
Banda Aceh - Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh memberangkatkan 1000 ton beras untuk pengungsi Suriah. Pelepasan truk pengangkut beras tersebut diawali dengan Tablig Akbar.

Pantauan detikcom, pelepasan lima truk secara simbolis dilakukan di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Aceh, Minggu (15/4/2018) sekitar pukul 18.20 WIB. Iring-iringan truk yang membawa masing-masing dua peti kemas ini kemudian berjalan dengan pengawalan mobil voorijder polisi.


Dari Banda Aceh, beras diangkut ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Semua, ada 20 truk yang berangkat. Begitu sampai di pelabuhan, peti kemas kemudian dimasukkan ke dalam kapal untuk diberangkat ke pelabuhan Turki. Setelah itu, baru disalurkan ke pengungsi di Suriah.

"Kami bersyukur pelepasan kapal kemanusiaan 1000 ton beras untuk pengungsi Suriah ini bisa di berangkatkan dari Banda Aceh. Mudah-mudahan pengiriman 1000 ton beras ini, dari Aceh untuk Suriah ini akan menginspirasi wilayah lain," kata Presiden ACT Ahyudin kepada wartawan usai pelepasan.

Hadir saat pelepasan di antaranya ulama Aceh, ulama nasional termasuk Syekh Ali Jaber, Walikota Banda Aceh Aminullah Usman dan sejumlah pihak terkait. Warga juga ikut menyaksikan saat Iring-iringan mobil berjalan.

Diawali Tablig Akbar, 1000 Ton Beras untuk Suriah Dikirim dari AcehFoto: Agus Setyadi/detikcom

Sebelum truk diberangkatkan, kegiatan diawali dengan tablig akbar yang digelar di halaman Masjid Baiturrahman Banda Aceh. Masyarakat antusias mendengar ceramah yang disampaikan secara bergantian oleh beberapa ulama.

Menurut Ahyudin, beras bantuan Suriah ini ditargetkan tiba di Turki pada 15 Mei mendatang. Setelah itu, butuh waktu sekitar lima jam agar bantuan dibawa masuk ke Suriah dan disalurkan.


"Jelang Ramadan beras akan tiba di Turki, dan butuh waktu 5 jam untuk masuk ke Suriah. Sudah kita koordinasikan dengan mitra di sana," jelas Ahyudin.

"Kita tentu berharap dan berdoa mudah-mudahan apa yang terjadi di Suriah bisa berakhir, kita juga tidak ingin masalah Suriah ini terus berlarut," ungkapnya. (ega/ega)