Sebelum Dibunuh, Yulius Diculik Sepulang dari Gereja

Sebelum Dibunuh, Yulius Diculik Sepulang dari Gereja

- detikNews
Selasa, 05 Jul 2005 19:41 WIB
Jakarta - Korban mutilasi yang sebagian tubuhnya ditemukan di Pekuburan Cina, Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur itu bernama Yulius. Dia diculik oleh sekelompok preman sepulang dari gereja pada Minggu, 3 Juli 2005. Saat itu, Yulius baru tiba di rumahnya di Kompleks Perumahan Harapan Jaya, Bekasi sekitar pukul 22.00 WIB, sepulang dari misa di sebuah gereja. Setelah tiba di rumah, Yulius berganti baju karena hendak latihan koor. Namun tiba-tiba ada sekelompok orang yang masuk ke dalam rumah. Yulius pun dibawa kelompok itu. "Kita tidak tahu dibawa ke mana Yulius saat itu. Dan setelah kami cek di sini, dia sudah dibunuh," kata anggota keluarga yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan di RSCM, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (5/7/2005). Menurut dia, penculikan Yulius kemungkinan terkait kasus yang terjadi tiga hari sebelumnya. Saat itu, Ucok, teman Yulius yang tinggal satu rumah, dikeroyok oleh sekitar 20 preman. Mereka memukuli Ucok hingga babak belur. Namun Ucok bisa menyelamatkan diri. Dia berhasil mengambil samurai dan melawan 20 preman itu. Para kelompok penyerang kocar-kacir melarikan diri. Kasus yang dialami Ucok itu merupakan buntut dari peristiwa sebelumnya. Pada Kamis malam, 30 Juni 2005, Ucok mengantar pacarnya pulang. Kebetulan pacar Ucok juga tinggal di Kompleks Harapan Jaya itu. Nah, saat mengantar pulang pacarnya itu, di tengah jalan, sejumlah preman memalak Ucok. Ucok mengalah dan memberikan uang. Namun, saat pulang ke rumah setelah mengantarkan pacarnya itu, Ucok kembali dipalak oleh kelompok yang sama. Ucok pun kesal. Dia lantas meninju salah seorang pemalak. Terjadilah perkelahian. Ucok berhasil melarikan diri. Namun, para preman itu mengejarnya dengan mengendarai sepeda motor hingga ke rumahnya. Tiga puluh menit kemudian, preman itu datang lagi dengan membawa 20 temannya. Nah, setelah itulah terjadi perkelahian antara Ucok dengan puluhan preman itu. Pada Minggu, 3 Juli 2005, mungkin dengan maksud balas dendam, kelompok itu kembali menuju rumah Yulius. Karena mungkin tidak menemukan Ucok, Yulius pun dibawa dan diculik. Menurut pihak keluarga, Yulius dan Ucok serta beberapa orang yang tinggal di rumah itu adalah anak-anak manis. "Mereka rajin ke gereja," kata mama angkat Yulius, yang asal Ambon ini. (asy/)


Berita Terkait