DetikNews
Sabtu 14 April 2018, 13:08 WIB

PT Nindya Karya Tersangka Korupsi, Ini Respons Menteri BUMN

Puti Aini Yasmin - detikNews
PT Nindya Karya Tersangka Korupsi, Ini Respons Menteri BUMN Gedung baru KPK/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, ditetapkannya PT Nindya Karya sebagai tersangka korporasi kasus korupsi pembangunan dermaga Sabang, merupakan tanggung jawab manajemen lama.

"Ini manajemen 2006, jadi bukan lagi di kita. Jadi sebetulnya itu dana yang dibekukan sejak 2012. Jadi saya mohon ke teman media supaya menyadari bahwa kasus ini kasus 2006 dan dana sudah dibekukan sejak 2012. Jadi tidak ada impact kepada direksi sekarang," ujar Rini kepada wartawan di Taman Budaya Sentul, Bogor, Sabtu (14/4/2018).



Rini mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan berulang kali soal komitmen Good Corporate Governance (GCG). Selain itu, dilakukan juga upaya pencegahan di lingkungan internal BUMN

"Jadi saya tekankan supaya menjaga, karena proyek kita banyak dan di mana-mana, kita minta dukungan dari berbagai pihak yang punya keahlian di situ," sambungnya.



Selain PT Nindya Karya, KPK juga menetapkan PT Tuah Sejati sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. Kerugian keuangan negara di proyek ini mencapai Rp 313 miliar.

"Dugaan penyimpangan secara umum yaitu penunjukan langsung, Nindya Sejati Join Operation sejak awal diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan, rekayasa dalam penyusunan HPS dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.
(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed