Kwik Bingung PDIP Ingin Jadi Oposan
Selasa, 05 Jul 2005 16:03 WIB
Jakarta - Niat DPP PDIP menjadi partai oposan dipertanyakan sesepuhnya, Kwik Kian Gie. Tanpa menyembunyikan kebingungannya, Kwik menilai PDIP sebetulnya tidak mengerti persoalan yang kini terjadi."Mereka memposisikan di sini sebagai oposisi. Yang mau dioposisi itu apa? Wong tidak tahu persoalan," tegas Kwik usai Sarasehan Iluni Jakarta di Hotel Le Meridien, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (5/7/2005). Jika PDIP berniat menjadi oposan, lanjut Kwik, seharusnya mereka menjabarkan isu-isu yang kini muncul ke permukaan, seperti kasus busung lapar dan BBM. "Itu yang harus ditanyakan sampai jelas kepada pemerintah. Kalau pemerintah tidak mau menjelaskan, gunakan hak angket," katanya.Niat PDIP menjadi oposan sebenarnya sudah dikumandangkan sejak partai itu kalah dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden pada tahun 2004 lalu. Upaya ke arah itu langsung dilakukan di gedung dewan dengan membentuk Koalisi Kebangsaan dengan beberapa partai lain. Sayang, koalisi ini tidak berumur panjang, sehingga PDIP harus berjalan sendirian.Mengenai nasib gerakan pemurnian di PDIP, Kwik mengatakan, gerakan itu sudah bubar seiring terbentuknya peserta Kongres PDIP di Bali, beberapa bulan lalu. "Tujuannya waktu itu kan agar delegasi-delegasi yang terpilih sebagai peserta kongres dari orang-orang yang bersih," kata Kwik.
(umi/)











































