Muktamar Muhammadiyah ke-45
Din Calon Kuat, Haedar Kuda Hitam
Selasa, 05 Jul 2005 15:56 WIB
Malang - Pemungutan suara pemilihan 13 anggota PP Muhammdiyah sudah selesai. Siapa yang memperoleh suara terbanyak? Hingga pukul 15.00 WIB, hasil pemungutan suara itu belum dihitung. Namun, Din Syamsuddin diprediksi sebagai calon kuat, sementara Haedar Nashir menjadi kuda hitam. Din bisa jadi merupakan salah satu calon yang cukup populer di kalangan pengurus dan warga Muhammadiyah di daerah-daerah. Jauh-jauh hari sebelum muktamar, Din sudah rajin untuk turun ke bawah, menyampaikan ceramah dan peninjauan. Persis yang dilakukan Amien Rais saat menjadi Ketua PP Muhammadiyah beberapa tahun lalu. Di arena muktamar, Din juga mendapat sambutan yang cukup ramai dari para peserta muktamar dan para penggembira. Apalagi, Din terlihat paling aktif melakukan komunikasi dengan peserta muktamar dibanding tokoh-tokoh Muhammadiyah lainnya. Dia termasuk tokoh yang ringan langkah. Pergaulannya juga luas, kalangan nasional maupun internasional. Wajar bila Din diprediksi sebagai calon kuat yang memperoleh suara tertinggi. Dalam pemilihan hasil sidang tanwir, Din juga memperoleh peringkat ketiga di bawah Haedar Nashir dan Rosyad Soleh. Din hanya terpaut satu suara dengan Rosyad. Namun, setelah tanwir, Din mendapat tambahan dukungan dari sejumlah wilayah dan daerah. Tapi, ini hanya prediksi. Bisa jadi, Haedar Nashir yang merupakan sekretaris PP Muhammadiyah 2000-2005 akan memperoleh suara terbanyak. Namanya juga cukup populer di kalangan pengurus wilayah dan daerah Muhammadiyah. Setiap surat resmi PP Muhammadiyah yang diberikan ke pelosok tanah air, Haedar selalu menandatanganinya. Selain itu, Haedar juga memiliki nilai positif. Haedar yang menempati rangking satu dalam pemilihan sidang tanwir dikenal sebagai orang yang low profile dan cenderung tidak menggunakan cara politis. Dia juga termasuk pendiam. Saat tampil di podium, gaya bicaranya pelan dan teratur, tidak meledak-ledak. Dengan gayanya yang terkesan santai, Haedar bisa saja memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan saat ini. Biasanya, dalam tradisi Muhammadiyah, orang dengan karakter seperti Haedar ini akan dipilih oleh peserta muktamar. Apalagi, Haedar juga sudah mendapat dukungan secara implisit dari Ahmad Syafii Maarif, yang juga punya banyak pendukung. Akankah Din atau Haedar memperoleh suara terbanyak? Kita tunggu saja. Rencananya, hasil pemungutan suara akan bisa diketahui sore atau malam ini. Hingga pukul 15.00 WIB, sidang pleno pemilihan yang berlangsung di UMM Dome, kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jl. Tlogomas Raya, Malang ini masih diskors untuk istirahat. Pemungutan suara sudah selesai. Begitu nanti sidang dibuka kembali, akan langsung dilakukan penghitungan suara. Meski Din atau Haedar nantinya memperoleh suara terbanyak, belum tentu keduanya akan menjadi ketua umum PP Muhammadiyah. Siapa yang berhak menjadi ketua umum akan ditentukan dalam rapat formatur yang beranggotakan 13 anggota PP Muhammadiyah yang terpilih itu. Namun, dalam peraturan yang ada, untuk menentukan ketua umum, formatur diminta memperhatikan suara terbanyak hasil pemilihan peserta muktamar. Barangkali inilah nilai penting bagi kandidat berusaha untuk mendapatkan suara terbanyak. Dalam sejarah muktamar, para anggota PP Muhammadiyah yang dipilih menjadi ketua PP tidak harus peraih suara terbanyak. Namun, sebagian besar, formatur akan memilih peraih suara terbanyak sebagai ketua. Muktamar Muhammadiyah ke-43 di Aceh, misalnya. Amien Rais yang terpilih sebagai ketua PP Muhammadiyah 1995-2000, saat itu berada pada urutan pertama dalam perolehan suara. Hal yang sama juga terjadi pada diri Syafii Maarif yang menjadi ketua PP Muhammadiyah periode 2000-2005 dalam Muktamar Muhammadiyah ke-44 di Jakarta. Saat dipilih formatur sebagai ketua PP, Syafii juga peraih suara tertinggi dalam muktamar. Namun, beberapa waktu lampau, ke-13 anggota PP Muhammadiyah yang terpilih dalam muktamar sempat tidak ada yang bersedia menjadi ketua PP Muhammadiyah. Mereka malah mengusung tokoh dari luar formatur untuk menjadi ketua PP, yaitu KH Mas Mansyur. Apa yang terjadi dalam Muktamar Muhammadiyah ke-45 akan bisa diketahui dalam waktu dekat ini. Amien Rais sendiri memprediksi ada lima tokoh Muhammadiyah yang akan memperoleh suara lima besar dalam pemilihan muktamar kali ini. Mereka adalah Haedar Nashir, Din Syamsuddin, Malik Fadjar, Rosyad Sholeh, dan Abdul Munir Mulkhan. "Siapa yang tertinggi, saya tidak tahu," kata dia di arena muktamar, Selasa (5/7/2005).
(asy/)











































