DetikNews
Jumat 13 April 2018, 12:57 WIB

Kemenhub Diminta Awasi Balon Udara yang Ganggu Penerbangan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kemenhub Diminta Awasi Balon Udara yang Ganggu Penerbangan Ilustrasi (Grafis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Ombudsman meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewaspadai ancaman balon udara saat lebaran. Tujuannya agar tidak ada potensi gangguan pada lintasan penerbangan.

"Kami perlu mengingatkan ancaman balon udara," ujar anggota Ombudsman Alvin Lie di kantor Kemenhub, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018).

Hal ini disampaikan Avin Lie saat rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan angkutan lebaran. Alvin mengatakan, belajar dari pengalaman tahun lalu, ada sejumlah laporan soal balon udara yang berterbangan di langit wilayah Jawa.

Banyaknya balon udara yang berterbangan kemudian membuat lalu lintas udara menjadi padat.

"Tahun lalu H+1 sudah berterbangan lebih dari 40.000 feet," sebutnya.

Selain persoalan ancaman balon udara, Ombudsman juga meminta menggencarkan sosialisasi penggunaan BPJS, khususnya BPJS Kesehatan. Sebab, banyak pemudik yang masih belum mengetahui informasi penggunaan BPJS di luar kota peserta BPJS terdaftar.




"Para peserta mudik kebanyakan kan pekerja, anggota BPJS. Dari data kami menunjukkan banyak peserta BPJS belum tahu caranya untuk menggunakan hak-hak mereka mendapatkan perawatan kalau sakit di kota mudiknya. Bahwa ternyata peserta BPJS bisa menggunakan 3 kali menggunakan di luar daerah tempat mereka terdaftar. Ini perlu disosialisasikan," tuturnya.

Ombudsman sambung Alvin, nantinya akan meluncurkan tim untuk memonitor pelaksanaan angkutan mudik lebaran ini. Monitoring akan dilakukan 10 hari sebelum lebaran.

"Kemudian kami akan lakukan evaluasi pasca mudik untuk perbaikan tahun depan," pungkasnya.

Soal balón udara, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan akan meminta AirNav untuk mengintensifkan dan mengantisipasi persoalan balon udara.

"Polda Jateng sangat kooperatif. Kalau dari sekarang dilakukan bisa dimanage dengan baik. Kalau tunggu berkegiatan dan kita jalan, itu baru masalah," ujarnya.

Pada lebaran tahun 2017, AirNav menerima 9 laporan pada 25 Juni, 11 laporan pada 26 Juni, dan 13 laporan pada 27 Juni, dengan total 33 laporan. Ketinggian yang dilaporkan dari 3.000 hingga 40.000 kaki.




(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed