Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan peristiwa bermula saat salah seorang anak yang berinisial T sedang bermain ponsel di rumahnya di kawasan Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Minggu (8/4) dini hari. T saat itu mendengar suara viber jatuh di depan rumahnya.
"Dia mengintip lewat gorden dilihatnya ada anak yag mengambil sweater milik orang tuanya diambil yang ada di jemuran," kata Argo dalam keterangannya, Jumat (13/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, bocah J dan H tertangkap tak jauh dari lokasi kejadian. Sedangkan satu orang temannya R lari dan tak terkejar warga.
"Kedua bocah itu lalu dibawa ke depan Masjid Al-Abror," papar Argo.
Warga yang berkumpul di lokasi tersebut pun semakin banyak. Akhirnya keduanya digeledah, sebab ditakutkan mereka membawa senjata tajam. H pun diinterogasi soal alasan dia membawa jaket di tempat jemuran warga.
"Ditanya kenapa mencuri sweater dijawab oleh H, jaket itu mirip punya teman saya," ujar Argo.
Setelah itu, pakaian bocah H dilepas dan diantar pakai motor untuk menunjukkan rumahnya. Setelah bertemu keluarga, dia dibawa kembali ke depan Masjid Al-Abror dan pakaiannya dikenakan kembali.
Karena warga terus berdatangan, akhirnya kedua bocah tersebut dibawa ke rumah Ketua RW 16 Matsahi. Namun mengingat pelaku masih anak-anak, akhirnya mereka dikembalikan ke keluarga masing-masing.
"Diserahkan kembali kepada orang tuanya supaya dididik dengan baik lagi. Kemudian anak dan orang tuanya pulang ke rumah masing-masing," ucap Argo.
Keterangan yang disampaikan Argo itu hampir sama dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Rury Arief Rianto. Namun ada beberapa juga yang agak berbeda soal kedua bocah itu ditelanjangi dan diarak oleh warga.
Menurut Rury, kedua orang bocah itu sempat dipukul, ditelanjangi hingga diarak oleh warga. Rambut mereka juga dijambak dan matanya ditutup.
"Iya bugil kemudian dibawa ke rumahnya anak ini, kan mereka ketutup matanya, dibuka baju, ketutup. Kaya dipiting sambil jalan, rambutnya dijenggut sampai jalan sambil teriak mengundang warga keluar. Sekitar jarak 300 meter rumahnya itu, antara TKP rumahnya," papar Rury.
Kasus itu telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor LP/753/K/V/2018/SPKT/Restro Bekasi Kota tanggal 12 April 2018.
(knv/mea)