DetikNews
Jumat 13 April 2018, 10:30 WIB

Ini Firman, Petugas Damkar Penakluk Ular Ibu Kota

Dwi Andayani - detikNews
Ini Firman, Petugas Damkar Penakluk Ular Ibu Kota Firmansyah baru saja menangkap ular piton 7 meter di Jakarta Pusat. Foto: Dwi Andayani/detikcom
Jakarta - Tidak semua orang berani ketika berpapasan dengan ular, apalagi di perkotaan. Gedung-gedung bertingkat yang menjulang di DKI Jakarta rupanya juga bisa membuat ular muncul.

Dua cincin batu akik bermata hijau dan putih berjejer serasi di jari Firmansyah (47). Dia baru saja menangkap ular sepanjang 7 meter di kompleks Rusun Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, kemarin, Kamis (12/4/2018).

"Penangkapan nggak lama, cuma 15 menit," kata dia santai sembari sesekali batu akiknya memantulkan cahaya matahari di siang terik itu ketika berbincang dengan detikcom di markasnya, Pos Pemadam Kebakaran Menteng, Jakarta Pusat.



Informasi kemunculan ular itu berawal dari laporan warga rusun bernama Dewi. Ketika Firman dan kawan-kawannya tiba, ular itu sedang berusaha ditarik ke luar selokan oleh petugas PPSU dan Babinsa.

"Sampai di sana ular masih main tarik-tarikan sama petugas PPSU karena ada di got, kita bantu, dapet," ujar dia.

Rambutnya cepak dan berperawakan tinggi, terlihat pas dengan seragam pemadam kebakaran yang dia kenakan. Rupanya selain mampu menaklukkan si jago merah, Firman juga penakluk ular.

"Ini uler yang paling gede yang pernah ditangkep, 80 kilo," ungkap dia sembari tersenyum.



Biasanya ular yang ditangkapnya bobotnya hanya berkisar 5 kilogram saja. Bobot 5 kilogram terbilang wajar mengingat perkotaan Jakarta bisa dibilang sedikit dihuni mangsa ular. Tapi kali ini, ular piton sepanjang 7 meter yang harus ditaklukkan oleh Firman.

Mimik Firman tampak semangat saat berbincang seputar reptil tak berkaki tersebut. Dia akhirnya bercerita soal hobinya sejak duduk di bangku SMP.

"Kalau saya dari SMP udah piara uler," kata dia.



Tak heran jika ular tampak jinak ketika disentuh oleh dia. Ular-ular yang ditangkap oleh petugas pemadam kebakaran di Jakarta pun tak sedikit yang dia bawa pulang karena tak ada yang mau menampung.

"Hampir 200 (yang saya pelihara). Kalau gini nggak repot (peliharanya), kasih satu ekor ayam udah sebulan sekali," papar Firman.

Hewan-hewan melata itu diberi kandang berupa kontainer plastik. Firman pun menunjukkan foto anak-anaknya yang akrab dengan ular.

"Anak juga punya klub Indonesia Cobra Show, jadi nggak ada yang protes di rumah," kata dia.

Aksi Firmansyah saat 'menaklukkan' ular piton.Aksi Firmansyah saat 'menaklukkan' ular piton. Foto: Dwi Andayani/detikcom


Jam di kantornya menunjukkan waktu sore hari. Ular piton 7 meter yang baru saja ditangkapnya masih ada di dalam karung dan diikat rafia.

Agaknya Firman ingin mengeluarkan sejenak ular itu agar bisa menghirup udara dengan bebas. Tapi si ular meronta-ronta, naluri alami hewan yang baru saja dibatasi geraknya.

Satu-dua kali ular itu bermaksud mematuk Firman. Meski mulutnya telah diikat, tapi gerakan si ular bisa bikin takut orang yang tak biasa berdekatan dengan ular.

Tapi Firman justru berjongkok dekat kepala ular itu. Tangan kanannya yang dihiasi 2 cincin batu akik menepuk-nepuk pelan tubuh si ular dari kepala sampai separuh panjang badannya. Ular yang sebelumnya meronta-ronta, lama kelamaan jadi jinak.

"(Saya) pernah digigit sama uler, tapi kan ada obatnya," kata Firman setelah memasukkan kembali ular itu dalam karung.

Keahlian Firman menaklukkan ular ini rupanya jadi andalan Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Walau secara resmi dia berdinas di Jakarta Pusat, tapi Firman tak menolak jika harus melangkah ke wilayah lain.

"Saya di mana aja, kalau di pusat ada saya, kalau pemadam juga di Jakarta Barat. Kalau ada evakuasi uler dia yang jalan," ungkap Firman.
(bag/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed