DetikNews
Kamis 12 April 2018, 18:44 WIB

Ini 5 Strategi agar Kasus Travel Umrah Tak Terulang

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Ini 5 Strategi agar Kasus Travel Umrah Tak Terulang Foto: ibnu munsir
Jakarta - Maraknya warga yang tergiur agen perjalanan umrah nakal karena iming-iming harga miring terus menelan korban. Masyarakat diminta jeli melihat penawaran harga yang diberikan oleh agen perjalanan.

"Dari sisi konsumem, saya tidak bermaksud menyalahkan konsumen. Konsumen harus diedukasi oleh Kemanag," kata Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/4/2018).


Kedua, pada UU nomor 13/2008 tentang Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah disebutkan soal kewajiban bagi penyelenggara umrah untuk memberangkatkan konsumennya. Pasal itu dianggap Siradj, berkaitan juga dengan UU Perlindungan Konsumen.

"Makanya ke depan penyelenggara ibadah umrah jangan hanya mengedepankan kuantitas jamaah, merayu calon jamaah di bawah pasar," terangnya.

Ketiga, soal harga di bawah Rp 20 juta dianggap berat untuk memberangkatkan jamaah ke Arab Saudi. Agen yang berani menjalankan di bawah harga pasar, diduga oleh Siradj, menggunakan sistem ponzi dalam usahanya.


"Jamaah akan saling subsidi. Ini kan sistem yang berbahaya dan beresiko karena persaingan bisnis umrah yang ketat. Oknum travel menggaet dengah harga murah yang akibatnya membuat jamaah susah," kata Siradj.

Keempat, dia juga berpesan kepada Kemenag harus berani mengambil tindakan untuk melakukan penghentian sementara bagi agen perjalanan yang dianggap bermasalah, termasuk memberikan harga di bawah standard.

Berdasarkan perhitungannya, jumlah korban dari agen perjalanan nakal mencapai 250 ribu orang. Terakhir, harus ada follow up soal pembentukan satgas umrah yang disepakati oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.

"Harus direalisasikan dan dibentuk tim gabungan untuk mencegah korban umrah tambah banyak," ujarnya.




(tfq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed