DetikNews
Kamis 12 April 2018, 11:40 WIB

Disebut Larang Minum Obat, Jaksa KPK Bantah Fredrich

Faiq Hidayat - detikNews
Disebut Larang Minum Obat, Jaksa KPK Bantah Fredrich Fredrich Yunadi yang protes karena merasa dilarang minum obat oleh KPK. (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Drama Novanto di RS
Jakarta - Jaksa KPK membantah telah melarang Fredrich Yunadi meminum obatnya saat menjalani penahanan di rumah tahanan (rutan) KPK. Namun jaksa memang menyeleksi obat yang dikonsumsi Fredrich karena dianggap tergolong obat keras, yaitu Alganax.

"Obat itu ditebus, Alganax, obat 60 butir itu anticemas, ditebus keluarga. Barang yang masuk rutan memang diperiksa dulu KPK, dokter menanyakan copy-an resep jenis obat ke keluarga," ucap jaksa KPK Roy Riyadi dalam sidang lanjutan perkara perintangan penyidikan Setya Novanto dengan terdakwa Fredrich di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).


"Obat ini keras. Kita selalu memperhatikan keselamatan dan kenyamanan," imbuh Roy.

Penjelasan Roy itu untuk menimpali protes Fredrich sebelumnya. Fredrich mengajukan permohonan pemindahan tahanan dari rutan KPK dengan alasan tidak bisa meminum obat.

Atas hal itu, Roy mengaku sudah mengecek ke klinik rutan KPK. Menurut Roy, dokter klinik mengatakan ada 5 jenis resep obat dari dokter RS Medistra untuk Fredrich, tapi KPK hanya menahan Alganax karena tergolong obat keras.

"Terkait apa yang disampaikan terdakwa atas petunjuk Yang Mulia sudah dikonfirmasi ke poliklinik KPK. Kami mendapatkan informasi, bila izinkan akan memberikan dokumen. Memang benar pengobatan Februari di RS Medistra pengobatan itu resep macam obat dari 5 macam obat penyakit kontrol terdakwa," tutur Roy.


Namun Fredrich menilai KPK tidak melaksanakan perintah majelis hakim terkait obat itu. Menurutnya, KPK saat ini masih melarangnya minum obat.

"Kemarin perintah Yang Mulia tidak dilaksanakan. Saya kemarin kan minta minum obat, dilarang. Yang diberikan ke saya 20 butir 40 butir masih ditahan. Dokter menanyakan ke istri saya itu bohong, orang rutan bilang 'obat Bapak ditahan', masalah obat. Itulah alasan saya mengajukan pindah rutan lain," kata Fredrich.

Terkait itu, ketua majelis hakim Saifuddin Zuhri akan mempertimbangkan permohonan pemindahan tahanan yang diajukan Fredrich. Sedangkan terkait klaim Fredrich soal dilarang minum obat, hakim merasa perlu mengecek lagi ke jaksa.

"Mengenai peralihan penahanan maksudnya tempat kami akan musyawarah. Masalah obat teknis yang tahu JPU," kata Saifuddin.
(fai/dhn)
FOKUS BERITA: Drama Novanto di RS
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed