ADVERTISEMENT

IDI Minta Intelijen Telusuri Bocornya Surat Pemecatan dr Terawan

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 11 Apr 2018 17:34 WIB
Foto: Rapat Komisi IX dengan IDI (Danu-detikcom)
Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merasa ada yang mencoba mengadu domba antara pihaknya dengan pihak lain. Caranya lewat pembocoran surat keputusan etik soal dr Terawan.

"Kita minta bantuan intelijen untuk mencari tahu sampai terjadi kebocoran," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Ilham Oetama Marsis di Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018).



IDI kini minta intelijen untuk menginvestigasi bocornya surat keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) itu. Tak jelas, intelijen mana yang dia mintai bantuan, apakah dari kepolisian, militer, atau detektif partikelir, dia enggan merinci.

Dia juga tak mau menunjuk hidung siapa pihak yang mengadu dan dengan siapa IDI diadu. Ilham mempersilakan publik untuk berspekulasi liar.

"Anda bisa duga lah. Artinya memang Ikatan Dokter Indonesia dihadapkan dengan berbagai pihak yang berkepentingan," kata Ilham.

Surat keputusan MKEK itu memutuskan bahwa dr Terawan disanksi pemecatan dari keanggotaan sebagai dokter dan dicabut rekomendasi izin praktiknya. Surat itu dinyatakan IDI sebagai surat internal yang rahasia. Namun kemudian surat itu bocor ke publik.



Belakangan, 8 April 2018, IDI menunda sanksi terhadap dokter 'pencuci otak' pasien strok itu. IDI menunggu pemeriksaan Health Technology Assesement (HTA) Kementerian Kesehatan terhadap metode cuci otak yang dijalankan Terawan.

Terawan adalah dokter sekaligus tentara. Pihak TNI mengapresiasi penundaan sanksi terhadap Terawan. Namun Ilham menyatakan penundaan pelaksanaan sanksi itu tak disebabkan karena TNI.

"Hubungan antara IDI dengan dr Terawan adalah hubungan antara organisasi profesi dengan seorang dokter," kata Ilham.

(dnu/rvk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT