Pimpinan MPR Motivasi Pemuda Hadapi Bonus Demografi

Moch Prima Fauzi - detikNews
Rabu, 11 Apr 2018 16:45 WIB
Foto: MPR
Jakarta -
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan kesuksesannya meraih jabatan saat ini bukan hal yang instan tapi butuh perjuangan dan proses. Ketika masih duduk di bangku kuliah, ia mengaku pernah kesulitan finansial.
"Dulu saya, hanya untuk menempuh pendidikan sarjana saja sangat sulit terutama soal finansial. Sangat luar biasa tekanan dan tempaan yang saya alami dalam perjuangan saya dahulu," ujar Mahyudin dalam keterangan tertulis, Rabu (11/4/2018).

Ia mengaku kala itu untuk pulang dan pergi dari rumah ke kampus saja terkendala biaya untuk ongkos perjalanan. Oleh karena itu ia meminta mahasiswa masa kini agar bisa lebih termotivasi.
"Hanya untuk pulang dan pergi untuk bertemu orang tua pascakabar kelulusan diterima di PT (perguruan tinggi) dan kembali lagi untuk registrasi ulang, saya terkendala masalah ongkos. Kalian di zaman modern sekarang semestinya harus lebih maju dan hebat daripada saya," ungkapnya kepada mahasiswa di Universitas Mulawarman, Samarinda.
Mahyudin yang menjadi pembicara di acara Roadshow Seminar Motivasi Kammi Indonesia pada Rabu (11/4/2018) itu pun memberikan motivasi kepada mahasiswa yang hadir dari berbagai fakultas.
Ia menilai generasi muda saat ini harus memiliki tekad yang kuat. Ia mencotohkan sebuah pohon yang awalnya berasal dari biji, kemudian tumbuh menjadi pohon yang kuat dan tumbuh besar. Begitupun dengan mahasiswa yang harus melewati proses tempaan terlebih dahulu.

Mahyudin juga mengingatkan agar mahasiswa bisa menyiapkan diri untuk menghadapi bonus demografi pada 2030. Sebab, hal itu memiliki dua sisi mata pisau yang bisa menguntungkan maupun merugikan jika tidak dibarengi oleh tingkat ekonominya.
"Masalah besarnya adalah, apakah bonus demografi itu akan menjadi manfaat dan menjadi kekuatan besar bangsa ini atau malah menjadi beban bagi bangsa ini. Bonus demografi akan jadi masalah jika satu daerah penduduknya banyak tapi ekonominya tidak bagus sedangkan yang mau makan banyak maka aksi kriminalitas akan semakin banyak. Tapi, jika penduduknya banyak dengan ekonomi yang kuat akan menjadi kekuatan yang luar biasa inilah yang harus dipersiapkan," pungkasnya.


(mpr/ega)