"Di sinilah peran Satpol PP dibutuhkan, bukan hanya urusan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat saja tapi menegakkan Perda dan Perkada. Kita sangat prihatin atas kejadian itu dan ini harus jadi yang terakhir. Saya mengajak semua pihak untuk sangat konsentransi terhadap urusan ini," kata Aher dalam keterangan tertulis, Rabu (11/4/2018).
Atas kasus tersebut, ia meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab korban menenggak minuman keras oplosan. Kasus itu, kata pria yang akrab disapa Aher tersebut, bisanya terjadi di bagian utara Jawa Barat. Untuk itu ia mengajak untuk melakukan pemetaan untuk mengawasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan miras oplosan ini menurut Aher tak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia mengatakan anak-anak harus diawasi mulai dari keluarga dan sekolah. Kepada pimpinan sekolah, ia meminta agar diajarkan soal bahaya narkoba dan miras.
"Saya juga mengajak pimpinan sekolah untuk mengantisipasi ini. Tentu di sekolah diajarkan mata pelajaran, di saat yang sama juga tata nilai harus diajarkan termasuk mewanti-wanti akan bahaya narkoba dan miras di masyarakat juga harus saling mengawasi," ucap Aher.
Pada Selasa (10/4/2018) kemarin, Aher membuka operasi Praja Wibawa Satpol PP untuk peningkatan suasana kondusif kepada masyarakat. Selain miras oplosan, operasi tersebut juga ditujukan untuk antisipasi kekerasan warga. (nwy/nwy)











































