"Dari Pantai Biaung sampai Pantai Mertasari itu 10 ton (sampah) per harinya. Itu yang kami bawa ke TPA," kata Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas LHK Denpasar Ketut Adi Wiguna di Pantai Sanur, Selasa (10/4/2018).
Untuk membersihkan enam pantai di kawasan Sanur, Dinas LHK Denpasar mengerahkan 60 personel tenaga kebersihan setiap hari. Meski demikian, Adi Wiguna menyebut tenaga kebersihan yang dikerahkan masih kewalahan. Sampah-sampah yang dikumpulkan dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya ini harus betul-betul dilakukan (dibersihkan) bersama-sama. Apalagi ini memang ekstrem. Jadi masyarakat, pedagang pantai, komunitas lingkungan, kita bekerja sama untuk kerja bakti," tandasnya.
Baca juga: Kasihan Bali, Korban Sampah Laut |
Diprediksi kondisi ini akan berlangsung hingga akhir bulan ini. "Info BMKG, cuaca masih seperti ini sampai 2 minggu ke depan dan pemkot diminta antisipasi," pungkasnya.
Sebelumnya, Pantai Sanur dipenuhi sampah plastik dan ranting pohon. Penumpukan sampah di bibir pantai ini terjadi sejak tiga hari lalu.
Pemandangan Pantai Sanur dikotori oleh banyaknya sampah yang didominasi sampah plastik berupa gelas dan botol air kemasan serta ranting pohon. Ada juga sampah batang bambu dan kayu gelondongan. Bukan hanya di Pantai Sanur, Pantai Padanggalak hingga Pantai Biaung, yang terletak di sisi utara Pantai Sanur, juga diserbu sampah. (tfq/asp)











































