Iriana Jokowi ke Ibu-ibu PKK: Tidak Boleh Berpolitik

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 10 Apr 2018 09:52 WIB
Foto: Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri rapat koordinasi Tim Penggerak PKK se-Indonesia 2018. Fotografer: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri rapat koordinasi Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Indonesia 2018. Kehadiran Iriana sekaligus meresmikan rakor.

Acara digelar di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018) pukul 09.10 WIB. Iriana tiba di lokasi mengenakan setelan berwarna pink. Ia ditemani istri Wapres Jusuf Kalla, Mufidah Mi'ad Saad.

Tema dalam rakor Tim Penggerak PKK 2018 adalah 'Sinergitas Program PKK Mewujudkan Keutuhan dan Kerukunan Keluarga Sebagai Perekat Bangsa'. Acara ini dihadiri 650 peserta.


Dalam pidatonya, Iriana menyampaikan program-program PKK. Iriana juga berpesan kepada PKK supaya tidak boleh terjun ke politik praktis.

"Di PKK tidak boleh berpolitik. Jadi murni di kegiatan PKK. Kalau ada yang berpolitik, mungkin Bu Ketua Umum bisa menjelaskan," ujar Iriana.

"Jadi ibu-ibu, murni di kegiatan sesuai kelompok kerja 1, 2, 3, 4. Tak ada istilah woro-woro pilih a, b, c. Walaupun suaminya berpolitik, ibu-ibu PKK tidak boleh berpolitik," kata dia.


Iriana menyambut baik rakor ini. Ia berharap rakor TP PKK menjadi wadah bertukar informasi.

"Saya menyambut baik kegiatan rakor PKK seluruh Indoensia. Semoga rapat koordinasi ini wadah bertukar informasi, dan menyelesaikan permasalahan," ucap Iriana. (aan/tor)