DetikNews
Senin 09 April 2018, 18:03 WIB

Luhut Bandingkan Jokowi-SBY, PD: Pak Menteri Kerja Saja

Elza Astari Retaduari - detikNews
Luhut Bandingkan Jokowi-SBY, PD: Pak Menteri Kerja Saja Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan membandingkan elektabilitas Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang pilpres. PD angkat bicara soal ini.

"Mungkin Pak Luhut lupa, pemilihan presiden (pilpres) itu masih April 2019," ujar Ketua Divisi Komunikasi Publik PD Imelda Sari saat dimintai tanggapan, Senin (9/4/2018).

Luhut membandingkan elektabilitas SBY sebagai petahana menjelang Pilpres 2009. Pada 2007-2008, elektabilitas Presiden RI ke-6 itu disebut hanya 50 persen. Sedangkan elektabilitas Jokowi menjelang Pilpres 2019 dikatakan lebih dari 60 persen.


Imelda membantah pernyataan Luhut. Dia menyebut elektabilitas SBY kala itu lebih dari yang disebut Luhut.

"Tingkat keterpilihan SBY tahun 2009 di atas 60% , tepatnya 60,8%. (Terpilih dalam) satu putaran dan sudah terbukti," tutur Imelda.

Dia pun meminta Luhut lebih fokus mengurus pekerjaannya sebagai menteri ketimbang berpolitik praktis. Luhut memang merupakan salah satu anggota tim sukses Jokowi sejak Pilpres 2014.

"Hingga kini belum ada deklarasi paslon capres dan cawapres karena masih Agustus 2018 untuk pendaftaran calon. Jadi tidak perlu membandingkan hasil survei," kata Imelda.


"Ada baiknya Pak Menteri fokus kerja saja untuk membantu presiden dalam meningkatkan kinerja di bidang ekonomi sehingga target pertumbuhan seperti yang diharapkan tercapai," imbuhnya.

Imelda menyebut survei tidak bisa dijadikan patokan utama. Sebab, pada akhirnya, semua akan kembali kepada rakyat yang akan memilih pada April 2019.

"Biarkan nanti rakyat yang menilai capaian Presiden Jokowi dan ditunjukkan hasilnya nanti pada April 2019," sebut Imelda.

Sebelumnya diberitakan, Luhut membandingkan elektabilitas Jokowi dengan SBY menjelang pilpres untuk mengejar periode kedua. Menurutnya, elektabilitas Jokowi saat ini lebih baik.

"Elektabilitas Presiden Joko Widodo untuk 2019 kita lihat juga sangat baik. Kalau orang mengatakan perbandingan elektabilitas SBY 2007-2008 dan Jokowi 2017, simulasi 2 kandidat, kadang lembaga survei suka nakal dibikin 3 atau 10 ya nggak ketemu. Kita bikin 2 ya posisinya, Presiden Joko Widodo 64 persen pada waktu yang lalu presiden SBY 50 persen. Artinya, Presiden Joko Widodo leading," papar Luhut di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (8/4).
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed