Cerita Dokter RS Periksa Novanto Sebelum Dibawa ke RSCM

ADVERTISEMENT

Cerita Dokter RS Periksa Novanto Sebelum Dibawa ke RSCM

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 09 Apr 2018 11:27 WIB
Sidang lanjutan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Senin (9/4/2018) Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Jakarta - Dokter RS Medika Permata Hijau, Mohammad Toyibi mengaku pernah memeriksa Setya Novanto setelah mengalami kecelakaan mobil. Menurut Toyibi, Setya Novanto tidak mengalami masalah jantung.

"Setelah periksa jantung, tidak masalah. Lalu saya keluar ada dokter KPK tanya apa pasien ini transportable, atau bisa dibawa atau nggak? Saya jawab bisa," ujar Toyibi dalam sidang lanjutan terdakwa Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Setelah memeriksa Novanto, dokter spesialis jantung ini mengaku bertemu dengan dokter KPK bernama Johannes. Dokter KPK itu bertanya ke Toyibi mengenai kondisi Novanto.



"Habis keluar ruangan, ada di lorong ada dokter KPK ada di situ dokter KPK nama Johannes. Tanya dok' gimana pasien bisa transportable atau nggak? Saya bilang transportable," tutur Toyibi.

Setelah memeriksa Novanto, Toyibi kemudian melakukan ibadah salat Jumat. Dia lantas melihat ruang lobi sangat padat.

"Saya tanya perawat, mau dibawa katanya ke RSCM. Saya mendengar di televisi pasien dibawa ke RSCM," kata Toyibi.



Awalnya, Toyibi mengetahui Novanto masuk rumah sakit dari berita media televisi. Saat itu, dia terus memantau perkembangan berita melalui media.

Toyibi diminta untuk datang ke RS Medika Permata Hijau oleh supervisior perawat. Tak berapa lama, Toyibi juga menerima surat dari dokter Bimanesh Sutarjo untuk membantu memeriksa Novanto.



"Saya pantengin terus televisi sampai jam 11 malam. Ada WA dari supervisior perawat, yang kemudian datang surat dari bimanesh untuk memeriksa pasien SN. Saya baru temui pagi hari besok jam 10 pagi saya memeriksa pasien. Setelah pasien saya periksa tidak ada masalah jantungnya," jelas Toyibi.

Dokter Bimanesh didakwa merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Bimanesh diduga bekerja sama dengan mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, merekayasa soal Novanto sakit. (fai/fdn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT