KPUD Waingapu NTT Diamuk Massa, Puluhan Orang Luka

KPUD Waingapu NTT Diamuk Massa, Puluhan Orang Luka

- detikNews
Senin, 04 Jul 2005 13:07 WIB
NTT - Konflik antarkelompok akibat pilkada kembali terjadi. Kali ini terjadi di Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, Senin (4/7/2005). Kantor KPUD jadi sasaran amuk massa yang kemudian berlanjut dengan 'perang' antara warga dan aparat kepolisian.Kantor KPUD yang berlokasi di Jl Soeharto ini pun hancur berantakan. Kaca-kaca pecah berserakan. Atap-atap kantor itu pun bolong-bolong terkena lemparan batu. Untungnya, anggota KPUD sudah berlarian menyelamatkan diri. Belum puas menghancurkan kantor KPUD, massa menyerang polisi yang mencoba menghentikan aksi pelemparan itu. Puluhan polisi pun luka-luka akibat lemparan batu. Warga juga banyak yang terluka kena pentungan aparat kepolisian. Aparat sempat mengeluarkan 4 kali tembakan peringatan dan mengeluarkan gas air mata untuk menghalau massa. Korban luka-luka yang kebanyakan anggota polisi ini kemudian dilarikan di RSUD Waingapu, Sumba Timur.Unjuk rasa yang dimulai pukul 08.00 Wita ini digeber 200-an pendukung dari 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati yang kalah dalam pilkada di Kabupaten Sumba Timur. Awalnya mereka unjuk rasa di kantor KPUD. Namun, entah bagaimana, tiba-tiba aksi ini berubah menjadi brutal saat sejumlah warga melempari kantor KPUD dan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan demonstrasi itu. Dalam unjuk rasa itu, massa menuntut agar dilakukan pilkada ulang. Hal ini disebabkan adanya indikasi kecurangan saat Pilkada 30 Juni. Kecurangan itu berupa adanya praktek politik uang dan banyaknya warga yang tidak mendapat kartu pemilih. Tuntutan pilkada ulang ini disampaikan menyusul hasil perhitungan sementara suara memutuskan pasangan calon bupati Umbu Mehang Kunda dan Gideon dari Partai Golkar keluar sebagai pemenang.Pasangan ini mengantongi kurang lebih 38 persen suara yang mengalahkan tiga paket pasangan lainnya, yaitu Lukas Kaborang-Immanuel Babu Eha dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Langu Pindingara-Refafih Gah dari Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), dan pasangan Alphonsius Anapaku-Ignesius Kaukalukur Lidjang dari PDI Perjuangan.Hingga pukul 13.00 Wita, situasi di Kota Waingapu masih tegang. Kapolres Sumba Timur AKBP Budi Prasetyo memimpin langsung anggotanya untuk memulihkan situasi. (atq/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini