"Garam seharusnya dengan potensi yang begitu besar di Indonesia kita mampu berproduksi secara berdikari (berdiri di atas kaki sendiri). Karena itulah langkah konkrit dilakukan DPP PDIP misalnya di daerah Flores potensi pengembangan garam sudah dilalukan," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2018).
Menurut Hasto, lewat Rapat Koordinasi Bidang Nasional III Kemaritiman PDI Perjuangan, PDIP mendorong kedaulatan bidang garam di Indonesia, salah satunya lewat pengembangan teknologi. Tujuannya, agar Indonesia tidak perlu mengimpor garam lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai impor garam yang dilakukan pemerintah dilakukan dalam masa transisi untuk membangun kedaulatan garam. Hasto juga menyatakan PDIP mendukung visi presiden Jokowi membuat Indonesia menjadi poros maritim dunia.
"Sebagai bangsa yang punya potensi kelautan yang luar biasa secara geopolitik ingin menjadikan Indonesia dalam posisi yang strategis maka rakor ini juga membahas bagaimana PDIP menggalang seluruh stakeholder di dalam mewujudkan visi maritim pemerintahan pak Jokowi," ujarnya.
Baca juga: Dua Minggu Lagi Garam Impor Masuk RI |
Selain itu, ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman Rokhmin Dahuri menyatakan langkah yang diambil Presiden Jokowi untuk membuat Indonesia sebagai poros maritim dunia sudah tepat. Ia menilai saat ini pemerintah perlu mengambil langkah jangka pendek agar sektor maritim mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Sektor-sektor yang dalam jangka pendek itu seharusnya bisa menciptakan lapangan kerja pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu yang perlu digenjot.Tapi dalam hal kedaulatan kemudian pemberantasan ilegal fishing sudah bagus," ucap Rokhmin. (haf/dkp)











































