BPPT: Warga Tak Perlu Panik soal Skenario Potensi Tsunami di Jabar

Aryo Bhawono - detikNews
Kamis, 05 Apr 2018 18:24 WIB
Ilustrasi tsunami (Ilustrator: kiagoos auliansyah/detikcom)
Jakarta - Pakar Tsunami BPPT membuat enam skenario potensi tsunami yang berpeluang terjadi di wilayah Jawa Barat. Masyarakat diminta tak panik karena data potensi tsunami ini untuk keperluan antisipasi.

Pakar Tsunami Balai Teknologi Infrastruktur dan Dinamika Pantai BPPT, Dr Widjo Kongko, menyebutkan informasi potensi tsunami itu dipetakan oleh peneliti dan akademisi sebagai kajian antisipasi bencana di Indonesia.



"Potensi memang ada di sana (Indonesia) kita melakukan kajian untuk mempersiapkan diri. Masyarakat tak perlu panik, justru masyarakat belajar mengetahui ini," jelasnya ketika dihubungi detikcom Kamis (5/4/2018).

Potensi ini tidak memastikan waktu terjadinya tsunami. Peneliti menggabungkan data-data penyebab tsunami dan melakukan perkiraan dampak yang terjadi. Makanya informasi ini perlu diketahui agar selalu dikaji dan pemerintah mempersiapkan langkah-langkah penanggulangan.



Widjo sendiri telah membuat kajian potensi tsunami di Jawa Barat. Kajian itu didasarkan pada sumber gempa subduksi (tumbukan lempeng) dalam buku 'Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017' yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Buku itu memberikan data potensi gempa megathrust di Indonesia mencapai belasan.

Menurut dia ada tiga tumbukan lempeng yang berada di dekat kawasan Jawa Barat, yakni Enggano, Selat Sunda, dan Jawa Barat di bagian tengah (berada di laut). Tiga tumbukan lempeng ini berpotensi menimbulkan tsunami.

"Megathrust ini berceceran kita belum tahu apakah hanya satu potensinya, bisa dua, bisa tiga, atau gabungan," jelasnya.

Ketika memaparkan di Seminar Sumber Gempa dan Potensi Tsunami di Jawa Barat yang diselenggarakan BMKG pada 3 April 2018 lalu, Widjo membuat enam skenario tsunami dari tumbukan di tiga megathrust ini.



Skenario pertama adalah gempa megathrust Enggano dengan magnitude 8,4. Skenario kedua adalah gempa megathrust Selat Sunda dengan magnitude 8,7 dan Skenario keempat adalah gempa megathrust Jawa Barat Tengah dengan magnitude 8,7.

Skenario keempat adalah gabungan gempa megathrust Enggano dan Selat Sunda dengan magnitude 8,8. Skenario kelima adalah gabungan gempa megathrust Selat Sunda dan Jawa Barat Tengah dengan magnitude 8,9. Skenario keenam adalah gabungan tiga megathrust dengan magnitude 9.

"Skenario itu kami modelkan dengan tsunami, itu secara matematik komputer yang sudah biasa dipakai. Karena saya lulusan Jepang maka saya pakai model Jepang," terang lulusan Iwate University Jepang ini.

Di antara enam skenario ini, dampak paling besar bagi Jawa Barat adalah skenario dua, tiga, dan enam. Karena posisi megathrust berada sangat dekat dengan Jawa Barat. Perhitungan kecepatan, ketinggian gelombang dan daerah paparnya juga dipetakan dalam skenario potensi tersebut.

"Tsunami, perhitungan ketinggian tergantung dengan data. Memang data itu belum terlalu detil. Tetapi yang saya hightlight. Potensi ada disana dan kita mempersiapkan diri. Masyarakat tidak perlu panik karena ini adalah (penggambaran) potensi," pungkasnya. (jat/erd)