Logo Partai Baru Tak Masuk Surat Suara Pilpres 2019

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 04 Apr 2018 15:26 WIB
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum mengatakan bukan hanya partai pengusung yang dapat mengkampanyekan calon presiden pada Pemilu 2019. Partai baru atau partai pendukung juga dapat ikut mengkampanyekan.

"Partai politik peserta Pemilu 2019 itu diperbolehkan melakukan kampanye pemilu legislatif dan kampanye pilpres," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).


Namun terdapat perbedaan bagi partai pengusung dan partai pendukung dalam surat suara pilpres. Nantinya hanya logo partai pengusung yang dapat dimasukkan dalam surat suara.

"Bagi partai politik pengusung, logo partai masuk dalam surat suara pilpres, tetapi bagi partai politik pendukung, gambar partai politiknya tidak termasuk dalam surat suara pilpres," kata Wahyu.

Ia mengatakan partai politik yang dapat mengusung hanya partai politik yang pernah mengikuti pemilu sebelumnya. Namun partai politik lama dan baru tetap memiliki hak yang sama untuk mengkampanyekan capres-cawapres.

"Karena untuk jadi pengusung kan ada syaratnya, yaitu partai politik lama. Partai baru tidak dapat mengusung," ujar Wahyu.

"Tetapi baik partai pendukung maupun partai pengusung semuanya memiliki hak mengkampanyekan presiden dan wakil presiden. Jangankan partai politik, orang per orang saja boleh kok, masak partai politik nggak boleh," sambungnya.


Aturan ini terdapat pada rancangan Peraturan KPU Pasal 7 tentang kampanye, yang berisi.

Pasal 7

Pelaksanaan kampanye untuk pemilu presiden dan wakil presiden terdiri atas:
a. Pasangan calon presiden dan wakil presiden
b. Pengurus partai politik peserta pemilu atau gabungan partai politik yang mengusulkan pasangan calon
c. Orang-seorang; dan
d. Organisasi penyelenggara kegiatan yang ditunjuk oleh pasangan calon (tor/tor)