Pengemudi Bentor Gorontalo Demo Tolak Kehadiran Grab

Ajis Halid - detikNews
Selasa, 03 Apr 2018 18:21 WIB
Demo tolak Grab di Gorontalo (ajiz/detikcom)
Gorontalo - Ratusan pengemudi bencak motor (bentor) dan pengemudi taksi bandara melakukan aksi di kantor Wali Kota dan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo. Mereka menolak masuknya taksi online Grab beroperasi di wilayah Provinsi Gorontalo.

Menurut masa aksi, taksi online yang kini sudah beroperasi secara diam-diam belum memiliki izin dari Dinas Perhubungan dan izin dari Pemerintah Provinsi.

Aksi diawali di rumah Dinas Gubernur Gorontalo, masa berniat untuk menemui Gubernur Gorontalo, Rusli Habibe. Hampir sejam melakukan aksi, dan tidak mendapat respon. Masa melakukan aksi di Kantor Wali Kota Gorontalo yang tidak jau dari rumah dinas Gubernur. Masa diterima Sekretaris Kota Gorontalo, Ismail Madjid.
Pengemudi Bentor Gorontalo Demo Tolak Kehadiran Grab

"Kami meminta pemerintah Kota Gorontalo untuk tidak memberi izin pada Grab karena itu akan mematikan pencahaian ribuan abang bentor yang ada di Kota Gorontalo," ucap Iwan Latif, Presiden Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Gorontalo, Selasa (3/4/2018).

Dalam orasinya, Iwan mengaku, saat ini di Kota Gorontalo taksi online sudah meresahkan para pengemudi bentor. Sudah beberapa kali terjadi perkelahian antara pengemudi bentor dan pengemudi taksi online.

"Setiap hari ada saja laporan taksi online yang memiat penumpang dan itu diketahui para pengemudi bentor. Padahal mereka taksi online Grab tak ada izin beroperasi di wilayah Gorontalo," tegas Iwan.

Sementara, Sekretaris Kota Gorontalo, Iwan Madjid, mengaku izin operasi Grab di kota Gorontalo belum ada.

"Kita belum pernah mengeluarkan ijin. Saya akan koordinasikan dengan dinas perhubungan Kota Gorontalo. kita akan undang perwakilan pengemudi bentor dan dinas terkait," janji Majid.

Usai melakukan aksi, di kantor Wali Kota, pendemo kembali ke rumah dinas Gubernur Gorontalo. Usai melakukan aksi di depan pintu masuk rumah dinas, pendemo diperkenankan untuk masuk di halaman rumah dinas.

Ratusan masa pengemudi bentor dan taksi bandara, diterima Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Weni Liputo. Tuntutan pendemo tetap sama meminta pemerintah tegas untuk memberikan sanksi bila ada taksi online beroperasi di Gorontalodan tidak memberikan izin operasi.

"Saya sudah dengan aspirasi pengemudi bentor. Memang belum pantas taksi oniline di sini. Kota Gorontalo masih kecil, masyarakat masih mengandalkan bentor. Jadi jangan hanya taksi Grab yang senang tapi tukang bentor yang susah. Jadi harus sama sama senang," jelas Weni.

Dia memastikan, Grab di Gorontalo yang sudah beroperasi secara diam-diam adalah illegal. Taksi Grab tidak memilik izin.

"Dinas Perhubungan provinsi sampai saat ini tidak pernah mengeluarkan izin grab. Bila ada yang beroperasi saya sudah minta dinas perhubungan tidak tegas. Kalau tidak mau patuhi saya akan minta pihak kepolisian untuk menindak. Karena takut akan terjadi hal yang mengakibatkan keresahan di masyarakat," ujar mantan Kadis Pendidikan Provinsi Gorontalo itu.

(asp/asp)