Cak Imin Ngotot Cawapres Jokowi, Puan Minta Pembuktian Kemampuan

Ray Jordan - detikNews
Senin, 02 Apr 2018 20:25 WIB
Puan Maharani memminta Cak Imin memberi pembuktian bila ingin menjadi cawapres Jokowi. (Andhia Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani menanggapi keinginan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi calon wakil presiden untuk Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Puan pun meminta Cak Imin memberi pembuktian kemampuan lebih dulu.

Puan mengatakan waktu untuk berlaga di Pilpres 2019 masih sekitar 4 bulan lagi. Agustus 2018 memang merupakan tahapan pengajuan bakal calon presiden dan wapres.

"Belum ada (tim pemenangan), masih panjang. Ini masih lama, masih empat bulan, seperti yang saya sampaikan. Tapi bukan berarti PDIP nggak siap. Saya yakin semua partai yang lain sedang bersiap-siap untuk bisa menyiapkan nama-nama tersebut. Tapi waktunya masih panjang, 4 bulan," kata Puan saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/4/2018).


Terkait dengan optimisme Cak Imin untuk menjadi cawapres Jokowi, Puan mengatakan hal tersebut juga masih jauh. Dia mengatakan Cak Imin harus bisa membuktikan kemampuannya terlebih dahulu, terutama dalam hal elektabilitas. Terlebih PKB pernah mengatakan menjadi salah satu penyumbang suara terbesar untuk Jokowi-JK di Pilpres 2014, yakni sekitar 10 juta suara.

"Ya insyaallah, semoga diberikan kesempatan dan semoga nantinya bisa membuktikan. Tapi kan ini masih tunggu bulan Agustus," kata Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu.

Puan mengatakan pembuktian Cak Imin itu bukan hanya harus ditujukan kepada PDIP sebagai salah satu partai pengusung Jokowi di Pilpres 2019. Tetapi juga kepada Jokowi sebagai pengambil keputusan.

"Bukan di PDIP. Nanti yang memilih itu kan Presiden. Tentu saja setelah berbicara dan berkomunikasi dengan semua parpol mungkin juga dengan PDIP," ucap Puan.


"Kita juga nggak bisa kemudian mengatakan bahwa suara perolehan tahun 2014 lalu itu jadi salah satu-satunya dasar seseorang nantinya bisa terpilih jadi cawapres. Pasti punya kriteria lain yang kemudian bisa diusulkan atau dimajukan sebagai cawapres 2019," imbuhnya.

Selain kemampuan kantong suara di 2014, pandangan visi dan misi yang selaras dengan Jokowi jadi pertimbangan besar.

"Pasti kalau buat saya adalah punya pandangan dan visi yang sama dengan capresnya, bisa nambah suara di wilayah-wilayah yang memang kemudian suara presiden mungkin masih perlu penambahan suara. Yang pasti, harus bisa kerja sama," sebut Puan.

Seperti diketahui, PKB hingga saat ini belum menentukan sikap untuk Pilpres 2019. Namun PKB mengisyaratkan siap kembali mengusung Jokowi asalkan Cak Imin menjadi cawapresnya. (jor/bag)