Abu Tours yang Tetap Berangkatkan Jemaah meski Izin Dicabut

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 01 Apr 2018 06:15 WIB
Kantor Abu Tours di Makassar (Foto: Ibnu Munsir/detikcom)
Jakarta - Abu Tours memberangkatkan 424 orang jemaah umrah asal Makassar ke Arab Saudi. Sebelumnya, mereka batal berangkat karena persoalan visa.

"Sebelumnya memang hanya ada 300-an (jemaah) saja, tapi ada penambahan dari pihak Abu Tours, total yang berangkat hari ini ada 424 jemaah. Pesawatnya masih yang kemarin, karena tiketnya tidak hangus," kata salah satu jemaah Ahmad Alqadri di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/3/2018).


Jemaah Abu Tours berangkatJemaah Abu Tours berangkat (Foto: M Bakrie/detikcom)

Ahmad mengatakan para jemaah harus menambah uang pembayaran sesuai dengan paket yang dipilih. Dia mengatakan para jemaah akan jalankan umrah selama 10 hari di Arab Saudi.

Dia mengatakan pada pemberangkatan kali ini tak ada kendala yang dihadapi. Petugas Abu Tours memberikan paspor, visa, dan tiket kepada para jemaah saat di Bandara Sultan Hasanuddin.


Pada Rabu (28/3) kemarin, calon jemaah harus kecewa karena keberangkatan mereka batal. Sebab, visa mereka datang terlambat.

Saat itu, salah seorang jemaah asal Palu, Sulawesi Tengah, Hasmawati, merasa sangat kecewa atas pelayanan Abu Tours. Dia sebelumnya dijanjikan berangkat ke Arab Saudi pada 15 Maret lalu.


Kementerian Agama (Kemenag) sendiri sebetulnya sudah mencabut izin Abu Tours. Pencabutan ini menyusul terbitnya regulasi baru terkait penyelenggaraan umrah yaitu Peraturan Menteri Agama (PMA) 8/2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah.

Selain Abu Tours, Kemenag mencabut izin 3 penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) lainnya. Ketiganya yakni Solusi Balad Lumampah (SBL) di Bandung, Mustaqbal Prima Wisata di Cirebon, dan Interculture Tourindo di Jakarta.


Jemaah umrah Abu Tours menunggu berjam-jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (28/3/2018)Jemaah umrah Abu Tours menunggu berjam-jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (28/3) lalu. (Foto: M Bakrie/detikcom)

"SK pencabutan telah disampaikan kepada masing-masing pihak melalui Kanwil Kemenag setempat," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Nizar Ali seperti dilihat di situs resmi Kemenag, Selasa (27/3/2018).

Izin Abu Tours, SBL, dan Mustaqbal Prima Wisata dicabut karena telah terbukti gagal memberangkatkan jemaah. Sedangkan Interculture dicabut karena tidak lagi memiliki kemampuan finansial sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah setelah bank garansinya disita pihak kepolisian terkait kasus First Travel (FT). Interculture adalah biro umrah yang berafiliasi dengan FT.


Kemenag Sulses memang memperbolehkan Abu Tours memberangkatkan calon jemaah umrah. Hanya saja, Abu Tours tidak boleh menggunakan nama lembaga tersebut. Abu Tours harus bekerja sama dengan mitra lain.

"Kemenag telah mencabut izin Abu Tours, karena itu Abu Tours tak boleh memberangkatkan jemaah atas nama Abu Tours. Abu Tours harus bersinergi dengan mitra lain jika ingin memberangkatkan ribuan jemaahnya," ujar Kepala Kantor Kemenag Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Wahid Thahir di kantor Kemenag Sulsel, Jalan Nuri, Makassar, Rabu (28/3/2018). (jbr/fdn)