DetikNews
Sabtu 31 Maret 2018, 13:50 WIB

Disinggung Prabowo, Ini Fakta Kecelakaan Infrastruktur di Jakarta

Jabbar Ramdhani - detikNews
Disinggung Prabowo, Ini Fakta Kecelakaan Infrastruktur di Jakarta Beton girder di Simpang Susun Tol Antasari ambruk. (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengatakan kecelakaan infrastruktur yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh perilaku korup dalam penyelenggaraan proyek. Dia mengatakan ada potensi markup (penggelembungan) harga dalam proyek pembangunan infrastruktur.

"Karena itu, jembatan belum dipakai sudah jatuh. Karena itu, infrastruktur di Jakarta yang dibangun besar-besaran, belum dipakai sudah jatuh, yang akhirnya terpaksa dihentikan daripada memakan korban lain," sebut Prabowo.

"Apa nggak sedih?" imbuh dia.


Hal ini disampaikan Prabowo saat melakukan orasi di Jawa Barat untuk mengkampanyekan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, Jumat (30/3). Prabowo awalnya berbicara tentang korupsi di Indonesia yang disebutnya sudah sangat parah. Pidato itu diunggah akun Facebook Partai Gerindra.

"Korupsi di kita sudah sangat... sangat parah. Di seluruh dunia ada korupsi, ya, markup, markup, tahu kalian markup? Tahu apa arti markup? Markup itu penggelembungan. Proyek nilainya Rp 200 juta dilaporkan nilainya Rp 500 juta," kata Prabowo.

"Rakyat suruh bayar Rp 500 juta, padahal nilainya Rp 200 juta. Ke mana Rp 300 juta? Itu yang dibagi-bagi, Saudara-saudara sekalian. Itu namanya mencuri, mencuri!" ujar Prabowo.


Kecelakaan infrastruktur memang terjadi beberapa kali di Jakarta. Pada awal tahun ini, girder Tol Depok-Antasari roboh.

Girder yang berada di Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, roboh pada Selasa (2/1). Girder itu roboh karena benturan alat berat ekskavator yang sedang menggali tanah. Tidak ada korban jiwa ataupun luka akibat kejadian tersebut.

Setelah itu box girder atau beton Light Rapid Transit (LRT) di Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, roboh. Peristiwa yang terjadi pada Januari 2018 ini menyebabkan 5 orang terluka.


Polisi mengatakan konstruksi LRT itu roboh saat dilakukan pemasangan box girder. Box girder itu tiba-tiba jatuh, padahal hampir terpasang sempurna. Dia mengatakan para pekerja di proyek tersebut telah bekerja sesuai dengan standard operating procedure (SOP) sehingga luka yang dialami tidak terlalu parah.

"Pemasangan yang itu girder tiba-tiba ambruk saat mau dipasang," kata Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (22/1/2018).

Kemudian, kecelakaan infrastruktur kembali terjadi di proyek Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Jakarta Timur. Kecelakaan ini terjadi pada Selasa (20/2) dini hari.


Saat itu tiang penyangga beton proyek Tol Becakayu ambruk. Ada tujuh orang yang mengalami luka akibat kejadian ini.

PT Waskita Karya selaku kontraktor menegaskan bagian yang ambruk adalah bekisting pierhead, bukan tiang pancang atau tiang penyangga. Peristiwa itu terjadi saat kondisi beton masih basah. Hal tersebut menyebabkan bekisting merosot dan jatuh.

Terkait peristiwa kecelakaan infrastruktur yang terjadi ini, pekerjaan konstruksi layang proyek infrastruktur pun dihentikan sementara. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penghentian sementara ini sebagai langkah untuk meminimalkan kerugian.


Menurutnya, kejadian kecelakaan kerja pada proyek pembangunan infrastruktur sejauh ini belum terhitung sebagai kerugian negara. Penghentian sementara konstruksi layang berlaku pada seluruh proyek di Indonesia, baik jalan tol, jembatan, Light Rapid Transit (LRT), maupun MRT. Langkah ini juga sebagai evaluasi pemerintah agar tidak terulang ke depannya.

Kecelakaan infrastruktur memang sempat terjadi sebelum Januari 2018. Namun kecelakaan itu terjadi di luar Jakarta.
(jbr/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed