JK: Saya Khawatir Novanto Manfaatkan Golkar 

JK: Saya Khawatir Novanto Manfaatkan Golkar 

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 29 Mar 2018 13:19 WIB
JK: Saya Khawatir Novanto Manfaatkan Golkar 
Jusuf Kalla dalam acara Blak-blakan detikcom, Kamis (29/3/2018). Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Sebagai mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku hafal betul perilaku kader-kadernya, termasuk Setya Novanto. Khusus Novanto, rupanya JK memiliki catatan tersendiri.

JK tak mengungkap secara spesifik soal catatan tersebut. Namun, ketika dia menjabat Ketum Golkar, Novanto tidak ditempatkan di posisi pengurus inti.

"Kalau zaman saya ketum, saya tahu perilaku Novanto, karena itu tidak pernah saya beri posisi, (Novanto) anggota biasa saja," kata JK saat acara Blak-blakan detikcom, yang tayang pada Kamis (29/3/2018).

Saat itu JK khawatir, jika diberi posisi di kepengurusan, Novanto akan menggunakan nama Golkar untuk kepentingan pribadi. "Karena memang saya khawatir kalau dia memakai Golkar sebagai kendaraan untuk memperkaya orang lain atau diri sendiri," kata JK.

JK kemudian lengser dari posisi Ketua Umum Golkar dan digantikan Aburizal Bakrie (Ical). Dalam kepengurusan Ical, Novanto ditempatkan sebagai Bendahara Umum Golkar.

Dalam persidangan kasus korupsi proyek e-KTP, pekan lalu, sebagai terdakwa, Setya Novanto mengungkapkan ada aliran dana Rp 5 miliar untuk membiayai Rapimnas Golkar pada 2012. Karena menerima dana hasil korupsi itulah mencuat wacana bahwa Partai Golkar bisa dibubarkan.

[Gambas:Video 20detik]



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menurut JK, dana yang masuk ke Golkar tersebut kemungkinan besar adalah inisiatif dari Novanto sendiri, bukan organisasi. Ical sebagai Ketum Golkar sudah menyatakan tak mengetahui adanya aliran dana tersebut.

"Ya, UU Kepartaian berbunyi begitu (partai bisa dibubarkan) dan sesuai penjelasan, Novanto kan waktu jadi Bendum Golkar di samping ketua fraksi. Bendum itu memang mencari dana, tapi partai, Ical tak paham itu dana dari mana, itu namanya itu dari sumber anggota karena itu tidak merasa salah. Tapi saya yakin ketum Pak Ical pasti sesuai dengan keterangannya tidak tahu itu sumber dari mana," kata JK.

(erd/jat)


Berita Terkait