Para pengunjuk rasa ini juga melakukan pembakaran ban dan tindakan anarkis. Para pengunjuk rasa melempari aparat keamanan dengan botol air mineral dan bom molotov.
Perwakilan pengunjuk rasa meminta KPU melakukan penghitungan ulang hasil Pilkada. Mereka menganggap hasil penghitungan suara menguntungkan salah satu calon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini kemudian bisa diantisipasi oleh jajaran kepolisian Polda Banten. Kepolisian berhasil membubarkan massa aksi usai menggunakan meriam air.
Di tempat lain, terkadi kerusuhan antar dua kelompok pendukung. Mereka saling adu lempar batu. Namun, kerusuhan massa ini juga berhasil dibubarkan oleh kepolisian dibantu oleh jajaran TNI.
Brimob Polda Banten juga melakukan upaya pembebasan terhadap penyanderaan Ketua Panwaslu. Penyanderaan dilakukan karena protes terhadap hasil penghitungan suara. Bahkan tim penjinak bom juga diturunkan karena ada informasi benda mencurigakan.
Berbagai kejadian dan upaya pengamanan ini dilakukan dalam simulasi pengamanan Pilkada di Banten. Dilaksanakan oleh 985 jajaran kepolisian, TNI dengan nama Satgas Tri Patra di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, Kamis (29/3/2018). Hadir Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel CZI Budi Hariswanto, dan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah.
Kapolda Banten Brigjen Listyo dalam amanatnya mengatakan, simulasi dan latihan ini adalah dalam rangka menghadapi Pilkada 2018. Di Banten ada total 4 daerah yang melaksanakan Pilkada dan khusus 3 daerah masuk dalam lingkup Polda Banten.
"Pilkada adalah bagian dalam upaya melanjutkan pemerintahan. Kita harus menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman lancar dan sukses," katanya.
Persipan pengamanan Pilkada ini menurutnya mulai dilakukan semenjak pencegahan dan penegakan hukum manakala ada eskalasi kerusuhan. Satgas ini harus bisa meredam semua potensi yang mengarah pada kerusuhan.
"Saat ini masa kampanye, kita harus melakukan kegiatan keamanan. Setelah itu masuk ke rangkaian pileg dan masuk pada tahapan capres dan cawapres," ujarnya lagi.
Menurutnya, simulasi ini adalah kegiatan awal. Evaluasi latihan kesiapan, kekompakan dan soliditas setiap anggota harus terjaga. Sehingga, menurutnya mana kala terjadi ancaman, bisa diantisipasi dan diredam dengan cepat. (bri/asp)











































