DetikNews
Rabu 28 Maret 2018, 19:09 WIB

3 Perampok Toko Emas di Sumsel Ditembak, 5 Masih Buron

Raja Adil Siregar - detikNews
3 Perampok Toko Emas di Sumsel Ditembak, 5 Masih Buron Foto: Komplotan perampok sadis di Sumsel ditangkap. (Raja Adil-detikcom)
Palembang - Tiga orang komplotan perampok toko emas di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan ditangkap. Para Pelaku ditembak karena melawan saat ditangkap.

"Ya pelaku ini terpaksa kita tindak tegas karena melawan saat akan ditangkap. Selain itu juga mereka dikenal sadis dan tak segan melukai korban. Bahkan saat beraksi itu pakai senjata api rakitan," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara di Mapolda, Rabu (28/3/2018).

Ketiga pelaku yang ditangkap yakni Romli, Rusdi dan Suwandi yang merupakan warga Pamulutan, Ogan Komering Ilir. Mereka ditangkap di rumah masing-masing, Selasa (27/3) sekitar Pukul 20.00 WIB.


Kepada polisi, ketiganya mengaku nekat merampok karena terdesak kebutuhan ekonomi saat musim paceklik. Bahkan mereka telah mengatur rencana perampokan 2 minggu sebelum akhirnya beraksi pada 8 Februari lalu.

"Waktu beraksi ini ada delapan orang, tapi baru berhasil ditangkap tiga. Saya sudah bilang sama anggota, tangkap semua pelaku hidup atau mati. Kalau masih mau hidup ya lebih baik menyerahkan diri saja," sambungnya.

3 Perampok Toko Emas di Sumsel Ditembak, 5 Masih BuronFoto: Komplotan perampok sadis di Sumsel ditangkap. (Raja Adil-detikcom)

Untuk korbannya, kata Zulkarnain, adalah pemilik toko emas bernama Bahrin. Dia harus kehilangan uang tunai sebesar Rp 138 juta dan emas 40 suku yang jika ditotalkan mencapai Rp 250 juta.

"Kami beraksi itu ada delapan orang dan lima diantaranya itu pakai senjata api. Tapi saya tidak tau dimana senjata itu sekarang. Korban juga tidak ditembak, hanya ditodong saja pakai senjata dan pisau. Tapi kalau melawan pasti akan ditembak," kata salah seorang pelaku, Romli.


Romli dan seluruh pelaku merupakan teman dekat. Mereka sengaja beraksi di wilayah OKU Timur karena dinilai lebih aman. Setelah beraksi, Romli bersama pelaku lain hanya mendapatkan uang Rp 1,5 juta.

"Saya cuma dapat Rp 1,5 juta, nggak tahu siapa lagi yang pegang uangnya. Karena begitu selesai, kami semua langsung pulang dan sempat menyelamatkan diri," sambung Romli.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlin Tangjaya mengatakan Bahrin juga pernah menjadi korban permpokan pada tahun 2013 lalu. Saat itu, anak kandung korban ditembak mati oleh para pelaku.

"Tahun 2013 korban ini pernah dirampok juga. Anaknya itu ditembak mati tepat di hadapan korban. Kita masih dalami apakah ada kaitan pelaku ini atau tidak. Mengingat masih ada lima pelaku lagi yang DPO," kata Erlin.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed