Tak Penuhi Panggilan KPK, Suami Dian Sastro Baru dari Luar Negeri

Haris Fadhil - detikNews
Rabu, 28 Mar 2018 18:49 WIB
Maulana Indraguna Sutowo (Foto: Instagram Dian Sastro)
Maulana Indraguna Sutowo (Foto: Instagram Dian Sastro)
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Maulana Indraguna Sutowo alias Indra sempat mangkir dari panggilan KPK. Namun, rupanya suami Dian Sastrowardoyo itu baru pulang ke Tanah Air.

Selain itu, ayah dari Indra, Adiguna Sutowo, yang juga dipanggil dan tak hadir disebut sedang kurang sehat. Nantinya, KPK akan memanggil ulang kedua saksi tersebut terkait kasus suap yang menjerat Emirsyah Satar.

"Hari ini penyidik menerima klarifikasi dari pihak kedua saksi, bahwa Adiguna kurang sehat dan Indraguna baru pulang dari luar negeri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (28/3/2018).

[Gambas:Video 20detik]



"Keduanya akan dijadwalkan ulang pemeriksaannya," imbuh Febri.

Sebelumnya, Adiguna tak hadir saat dipanggil sebagai saksi untuk Emirsyah pada Selasa (20/3) lalu. Saat itu KPK ingin menanyakan soal kaitan antara pengusaha itu dengan eks Dirut MRA Soetikno Soedarjo yang juga merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap Emirsyah.

MRA diketahui didirikan salah satunya oleh Adiguna yang juga anak dari Ibnu Sutowo tersebut. Saat ini, MRA dipimpin oleh anak Adiguna, yaitu Indra.

KPK juga memanggil Indra pada Selasa (27/3) kemarin, namun yang bersangkutan mangkir. KPK rencananya menanyakan soal pendirian dan mekanisme keuangan PT MRA pada Indra.


"Terkait pendirian MRA dan mekanisme keuangan di perusahaan tersebut. Kami dalami sejauh mana relasi mekanisme korporasinya dengan tersangka SS (Soetikno Soedarjo)," kata Febri.

Dalam kasus ini, Soetikno yang pernah menjadi Dirut PT MRA diduga memberi suap kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls Royce untuk PT Garuda Indonesia. Suap diberikan Soetikno dalam kapasitasnya sebagai beneficial owner Connaught International Pte Ltd.

Jumlah duit suap yang diduga diberikan ke Emirsyah sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu atau setara Rp 20 miliar. Emirsyah juga duduga menerima suap dalam bentuk barang senilai USD 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura. (haf/dhn)