JK akan Minta Ustaz Somad Ikut Kampanyekan Cegah Anak Kurang Gizi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 28 Mar 2018 16:55 WIB
Foto: Wapres JK kampanye cegah stunting. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom).
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan diperlukan peran semua pihak, salah satunya tokoh agama, untuk mencegah stunting atau masalah kurang gizi kronis yang menyebabkan anak menjadi kerdil di Indonesia. JK pun akan meminta Ustaz Abdul Somad untuk ikut mengkampanyekan pencegahan stunting.

"Ini penting semuanya untuk kita libatkan tokoh agama dalam sosialisasi pencegahan stunting ini. Nanti saya akan bilang kepada Ustaz Somad untuk ikut membicarakan soal stunting ini," ujar JK dalam sambutannya di acara 'Bersama Cegah Stunting' Stunting Summit 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

Sebelumnya dalam sambutannya JK mengatakan stunting di Indonesia berada dalam sebuah 'lingkaran setan'. Gizi yang tidak sesuai kepada balita akan menyebabkan stunting. Stunting kemudian akan menyebabkan menurunnya kecerdasan, dan penurunan kecerdasan akan menyebabkan kemiskinan.


"Kita harus membuat terobosan di mana saja lingkaran ini. Kita harus bisa membuat, pemerintah harus menjawab bagaimana keluar dari lingkaran tersebut," ucap JK.

Menurut JK setiap orang, baik kaya atau pun miskin, terancam terkena stunting. Untuk itu penting untuk memperhatikan gizi bayi dari dalam kandungan hingga 100 hari pertama pasca-kelahiran. JK pun kembali mengingatkan upaya pemerintah dalam memberi gizi baik di masa lalu.

JK akan Minta Ustaz Somad Ikut Kampanyekan Cegah Anak Kurang GiziFoto: Wapres JK kampanye cegah stunting. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom).

"Ini bukan hal yang baru untuk Indonesia. Kita hanya meningkatkan apa yang selama ini kita lakukan sejak masa lalu, ini sangat tergantung terhadap layanan ke masyarakat," tuturnya.

JK mengungkapkan, gerakan posyandu yang selalu memberikan pelayanan dan penyuluhan berkelanjutan kepada ibu hamil dan balita saat ini sudah tidak lagi sama. Waktu dulu menurutnya sekolah-sekolah ada program pembagian susu dan bubur kacang ijo.


"Itu sebenarnya program perbaikan gizi yang bisa kita atasi untuk mengatasi stunting ini. Kita pernah mempunyai program yang sangat mendasar pada masa lalu, 4 sehat 5 sempurna," ungkap JK.

"Walaupun para ahli gizi mengatakan (4 sehat 5 sempurna) kurang lengkap, yang lengkap gizi seimbang, yaitu kampanye apa isi piring kita. Jadi yang menggambarkan 50 persen karbohidrat selebihnya ialah protein, dan tentu harus amakan sayur dan buah," imbuhnya.

JK pun mengajak pemerintah khususnya kementerian kesehatan dan pemerintah daerah untuk ikut mengkampanyekan dengan maksimal 'apa isi piring kita' itu. "Karena kalau tidak (dikampanyekan), apalagi orang yang penting 90 persen nasi (ditambah) ikan asin, bagaimana mau sehat," tambah dia.

JK mengatakan kampanye perbaikan gizi perlu dilakukan kembali untuk mencegah stunting. Hal ini karena gizi yang baik akan memberi dampak kepada perbaikan keturunan untuk masa depan.

"Posyandu contohnya, kita minta untuk dihidupkan kembali, boleh oleh Menkes," tutup JK. (nvl/elz)