Driver Ojol Usul Tarif Baru ke Jokowi

Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 27 Mar 2018 15:16 WIB
Presiden Jokowi bertemu perwakilan driver ojek online di Istana, Selasa (27/3/2018) (Ray Jordan/detikcom)
Presiden Jokowi bertemu perwakilan driver ojek online di Istana, Selasa (27/3/2018) (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Lima orang perwakilan driver ojek online (ojol) mengeluhkan tarif yang kelewat murah kepada Presiden Joko Widodo. Driver ojol mengusulkan tarif sebesar Rp 2.500 per kilometer.

"Usulnya jadi Rp 2.500 per kilometer," ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Menurut Menhub, tarif yang diberlakukan saat ini terlalu murah. Tarif itu disebut merugikan driver.

[Gambas:Video 20detik]





"(Mereka mengeluh) tarifnya kemurahan, sekarang itu Rp 1.600 per kilometer. Jadi 6 kilometer itu baru dapat Rp 10.000. Jadi mereka merasa kurang," tutur Budi.

Budi menuturkan para driver ojol akan kembali melakukan mediasi. Mediasi akan digelar pada Rabu (28/3) di Kemenhub.

"Tadi pengemudi ojek online sudah diterima dan rencananya akan melakukan mediasi besok jam 16.00 WIB," ujar Budi.

Setelah bertemu Jokowi, perwakilan driver ojol menemui massa yang menunggu di depan Istana. Jokowi disebut kaget atas skema tarif ojol saat ini.

Video 20Detik: Ilusi Kemitraan Ojek Online

[Gambas:Video 20detik]





"Beliau (Jokowi) kaget ketika saya gambarkan dulu saya pernah (mengalami tarif, red) Rp 4 ribu per 1 km, sehari saya bawa Rp 1,5 juta. Sekarang cuma Rp 1.600 per km, Bapak Presiden kaget," kata perwakilan dari Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Rahman, saat menemui massa.

Penanganan ini, menurut Rahman, dijanjikan ditindaklanjuti, salah satunya dengan memanggil perusahaan ojek online.

"Besok. Ingat kata-kata ini, besok," kata Rahman. (dkp/fdn)