DetikNews
Selasa 27 Maret 2018, 07:20 WIB

Mengenang Probosutedjo

Pak Harto Golf dengan Istri Bung Karno, Ibu Tien Cemburu 

Erwin Dariyanto - detikNews
Pak Harto Golf dengan Istri Bung Karno, Ibu Tien Cemburu  Ibu Tien, Soeharto, Ratna Sari Dewi (Montase foto: Kiagoos Auliansyah)
Jakarta -

Beberapa bulan pasca terjadinya tragedi Gerakan 30 September 1965 hubungan Presiden Sukarno dengan Panglima Kostrad Mayor Jenderal Soeharto tak mesra. Bung Karno kecewa dengan langkah Soeharto membubarkan Partai Komunis Indonesia.

Perang urat syaraf antara Bung Karno dengan Pak Harto menjelma menjadi sebuah perang dingin. Para sahabat dekat berusaha mendamaikan mereka. Probosutedjo, memiliki kisah unik tentang upaya para sahabat mendamaikan Bung Karno dengan Pak Harto.

"Bob Hasan, sahabat Mas Harto yang saat itu sudah jadi pengusaha sukses prihatin melihat hubungan Mas Harto dengan Bung Karno yang kurang harmonis," kata Probo seperti dikutip dari buku, "Memoar Romantika Probosutedjo, Saya dan Mas Harto" karya Alberthine Endah, yang dikutip detik.com, Senin (26/3/2018).

Bob Hasan, anak angkat Jenderal Gatot Subroto itu berinisiatif mendamaikan Bung Karno dengan Pak Harto. Caranya dengan mengundang Ratna Sari Dewi, istri muda Bung Karno untuk main golf di Rawa Mangun. Pada saat bersamaan, Bob Hasan juga mengundang Soeharto.

Menurut Probo, niat Bob Hasan tersebut baik. Melalui Ratna Sari Dewi dia berharap 'perang dingin' antara Bung Karno dengan Soeharto bisa mencair. "Maka bertemulah Mas Harto dengan Ratna Sari Dewi," tutur Probo.

Sayang, harapan tak sesuai kenyataan. Upaya mendamaikan dua kubu yang terlibat perang dingin justru membuat prahara di rumah tangga Soeharto. Siti Hartinah (Ibu Tien) cemburu mengetahui suaminya bermain golf dengan Ratna Sari Dewi. Ibu Tien mendiamkan Soeharto sampai berhari-hari. "Melihat ini saya prihatin," kata Probo.

Probo pun kemudian menemui Bob Hasan. Kepada Probo, Bob Hasan akhirnya meminta maaf. Dia tak menduga upayanya mendamaikan Bung Karno dan Pak Harto justru membuat Ibu Tien cemburu.

Kepada Ibu Tien, Probo menjelaskan cerita di balik main golf Soeharto dengan Ratna Sari Dewi. Pertemuan di lapangan golf Rawamangun itu adalah upaya mendamaikan Bung Karno dan Pak Harto.

"Mbakyu Harto pun akhirnya bisa mengerti dan mau bicara lagi dengan suaminya," cerita Probo.

Di pihak lain, hubungan Pak Harto dengan Bung Karno pada akhirnya tetap memanas. Bung Karno akhirnya mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret pada 11 Maret 1966. Supersemar ini menjadi dasar bagi Soeharto untuk membubarkan PKI.




(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed