Polwan Denpasar Stres Ikut Nyoblos Pilkada, Dibui 28 Hari
Kamis, 30 Jun 2005 14:00 WIB
Denpasar - Jajaran Polri dilarang keras ikut coblosan pilkada. Tapi seorang polisi wanita (polwan) Brigadir Ni Luh Putu Deniani mbalelo. Buntutnya, dia diganjar bui 28 hari. Saat diperiksa, Deniani berpolah bak orang stres.Deniani adalah seorang petugas Satlantas Poltabes Denpasar. Perempuan yang telah bersuami ini nyoblos pada 24 Juni dalam Pilkada Kota Denpasar. Dia menusuk di TPS 5 Banjar Abian Timbul, Denpasar.Sesama polisi yang tengah bertugas menjaga keamanan pilkada mengingatkan Deniani agar taat pada aturan. Tapi Deniani berkilah. "Saya dikasih kartu pemilih, jadi saya nusuk dong," alasan perempuan 31 tahun itu. Blus! Dengar-dengar, Deniani pun menusuk jago dari PDIP.Melihat ada polisi ikut nyoblos, petugas PPS yang menjaga TPS terkesiap. Petugas itu segera melaporkan hal itu ke Panwas setempat. Panwas lalu melaporkan pada Polwiltabes Denpasar pada hari itu juga.Dilapori personelnya ada yang 'nakal', Polwiltabes langsung bergerak. Deniani segera dicokok dan diperiksa intensif. Uniknya, selama diperiksa, Deniani berlaku bak orang yang terganggu jiwanya."Saat ditanya dia linglung, nangis terus. Katanya ada masalah keluarga. Nanti kita akan memeriksakan dia ke psikolog," kata Kapolda Bali Irjen Made Mangku Pastika dalam jumpa pers menyambut Hari Bhayangkara ke-59 di Warung Wong Solo, Jl Merdeka, Denpasar, Kamis (30/6/2005).Deniani menjalani sidang disiplin hari ini. Sidang dipimpin Kapolwiltabes Denpasar Kombes Dewa Made Parsana.Dalam persidangan, Deniani terbukti melanggar Kode Etik Profesi pasal 5 PP RI No 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri. Sanksi yang dijatuhkan pada istri seorang bos ini tak tanggung-tanggung: sel 28 hari, penundaan pendidikan setahun, penundaan kenaikan pangkat 2 periode dalam 1 tahun, dan dimutasikan ke tempat yang lebih rendah dari jabatannya."Kita sudah perintahkan kepada anggota untuk tidak nyoblos. Ternyata dia nyoblos juga. 11 Ribu polisi tahu tidak boleh nyoblos, tapi kenapa hanya 1 orang ini yang nyoblos?" sesal Pastika.Kapoltabes Kombes Parsana menambahkan, dirinya dan hampir seluruh anggota Poltabes mendapatkan kartu pemilih. "Namun saya sudah mengingatkan anggota untuk netral dan tidak nyoblos," tegasnya.
(nrl/)











































