Habiburokhman Tak Terima Gerindra Kalah, PDIP: Berjiwa Besarlah

Ray Jordan - detikNews
Minggu, 25 Mar 2018 16:18 WIB
Maruarar Sirait (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menilai tidak masuk akal jika elektabilitas partainya berada di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Politikus PDIP Maruarar Sirait mengatakan sebaiknya Habiburrokhman sportif dan objektif dalam menanggapi hasil survei.

Maruarar mengatakan dibutuhkan sikap berjiwa besar dan objektif dalam menyikapi hasil survei. Sikap ini juga harus diikuti dengan langkah untuk melakukan sesuatu yang bisa merebut kepercayaan publik kembali.

"Ya, memang dibutuhkan jiwa yang besar dan objektivitas dalam menanggapi hasil survei yang tidak menguntungkan partainya. Paling tidak kita harus bekerja untuk bagaimana bisa mengubah hasil survei itu agar bisa merebut kepercayaan rakyat kembali," kata Maruarar saat berbincang dengan detikcom, Minggu (25/3/2018).

Maruarar mengatakan, survei itu hasilnya selalu dinamis. Survei juga sangat tergantung pada kepercayaan rakyat kepada partai dan tokoh.

"Kita memang tahu survei itu dinamis, sangat tergantung kepercayaan rakyat pada partai, tokoh dan presiden. Kalau dipahami berbagai data yang ada Jokowi jauh di atas Prabowo. Dan untuk partai, PDIP selalu di atas Gerindra dengan jumlah angka yang signifikan. Kita harus bisa menerima hasil itu walau tidak mudah," katanya.

"Saya tahu, menerima posisi kalah itu tidak mudah, butuh jiwa yang besar. Sementara kita di posisi yang dipercaya rakyat tidak boleh besar kepala dan harus memelihara kepercayaan itu dengan konsisten, baik dalam mengambil keputusan untuk sebagai capres, wapres, legislatif dan kepala daerah dan kebijakan pro rakyat," tambah anggota Komisi XI DPR ini.

Maruarar mencontohkan, terkait dengan sosok baik calon presiden maupun calon wakil preiden yang akan diusung partai, haruslah orang yang bisa saling bekerja sama untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Misalnya soal cawapres Jokowi ke depan, tentu dibutuhkan sosok yang bisa menambahkan elektabilitas Jokowi atau magnet electoral. Kedua, harus bisa bekerja sama dengan Jokowi dalam memimpin bangsa ini ke depan, untuk jadi tim menyelesaikan masaha dan bisa menempatkan diri menjadi orang kedua," katanya.

Dia juga menambahkan, sosok pasangan yang akan diusung harus bisa menyelesaikan masalah bangsa ke depan. "Intinya persoalan itu ada dua, bagaimana mengatasi persoalan kebangsaan dan masalah ekonomi, seperti menjaga stabilitas harga sembako dan menurunkan pengangguran," kata Maruarar.

Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman menilai tidak masuk akal partainya kalah dari PDIP di survei elektabilitas partai yang digelar PolcoMM Institute. Dia menilai partai Gerindra pantas nomor urut satu karena kinerjanya.

"Tentu pengen satu, makanya tadi enggak masuk akal secara partai jadi nomor dua, tapi ada yang pingin Pak Prabowo tidak maju lagi," ujar Habiburokhman usai diskusi survei PolcoMM Institute di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Dalam survei PolcoMM, elektabilitas PDIP 19,25%. Sedangkan parpol di bawahnya, yaitu Gerindra 14,42%, Golkar 13,08%, Demokrat 7,08%, PKB 4,50%, PKS 3,92%, PAN 3,75%, NasDem 2,57%, dan PPP 2,50%. Sedangkan parpol lain yaitu Hanura 1,67%, Perindo 1,17%, PSI 0,33%, PBB 0,25%, Partai Berkarya 0,08%, dan Partai Garuda 0,08%.

"Gerindra ini imagenya Pak Prabowo. Kalau Gerindra naik, ya kan karena kerja Pak Prabowo," imbuh Habiburokhman.

[Gambas:Video 20detik]

(jor/tor)