Pekerjaan Rumah Sutanto: Tangkap Noordin dan Azahari

Pekerjaan Rumah Sutanto: Tangkap Noordin dan Azahari

- detikNews
Kamis, 30 Jun 2005 09:56 WIB
Jakarta - Komjen Pol Sutanto tinggal menunggu persetujuan DPR untuk menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Da'i Bachtiar. Sutanto memiliki pekerjaan rumah (PR) besar, yaitu menangkap buronan terorisme: Azahari dan Noordin Moh Top. Menjelang pergantian jabatan Kapolri dan menjelang HUT Bhayangkara, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar masih menyisakan utang terkait kasus terorisme. Penangkapan Noordin dan Azahari yang sebelumnya dijadikan program 100 hari pemerintahan SBY, tidak bisa dipenuhi Da'i Bachtiar. Tentu masalah penangkapan dua gembong tokoh bom itu akan menjadi beban berat bagi Sutanto yang akan menerima tongkat komando Polri dalam waktu dekat. Sebab, dengan belum tertangkapnya Noordin dan Azahari, ancaman bom masih saja terus terjadi. Terkait penanganan terorisme ini, anggota Komisi III DPR Al Muzammil Yusuf memiliki sejumlah persyaratan yang perlu dilakukan Sutanto nanti. "Kami mensyaratkan Kapolri baru berani menindak dengan adil dan transparan semua pihak yang terkait dengan terorisme, dengan menjauhkan sikap prejudice dan Islam phobia, apalagi jika menggadaikan kedaulatan negara dengan tunduk pada tekanan asing," kata Muzammil kepada detikcom, Kamis (30/6/2005). Muzammil berharap Sutanto yang kini menjadi calon tunggal Kapolri benar-benar memiliki kriteria seperti yang disampaikan Da'i. Yaitu, dikenal luas karena keberanian, kebersihan, dan komitmen profesional. "Track record seperti itu akan sangat penting dan mutlak dalam rangka menyukseskan reformasi, khususnya di baidang penegakan hukum, anti korupsi dan mengatasi berbagai bentuk penyakit sosial dan kriminalitas lainnya," kata Muzammil. (asy/)


Berita Terkait