Dikenal dengan Nama Gorila, Ini Bahaya Ganja Sintetis

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 22 Mar 2018 09:44 WIB
Foto: Penemuan ganja sintesis di Bali. (Dok Istimewa)
Denpasar - Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri menangkap 2 orang remaja peracik ganja sintetis di Denpasar, Bali. Di sana, polisi menyita 30 Kg ganja sintetis siap edar dan sejumlah barang bukti lainnya.

Ganja sintetis atau dikenal dengan nama pasaran 'tembakau gorila', 'hanoman' atau 'ganesha' sempat populer pada tahun 2016. Sama seperti ganja, namun ganja sinetis ini punya efek yang lebih berbahaya.


"Karena tembakaunya ini bukan sembarang tembakau, tetapi mengandung campuran 5-Fluoro ADB yang juga merupakan golongan sintetik cannabinoid," kata Direktur IV Tindak Pidana Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto kepada detikcom, Kamis (22/3/2018).

Sesuai dengan namanya 'tembakau gorila', efek ganja sintetis ini rasanya seperti ditimpa gorila. Pemakaian tembakau gorila dapat menyebabkan pusing, kesenangan berlebih, mual dan muntah, gagal napas, kebiruan pada kulit, depresi hingga kematian.

"2016 sempat populer, kemudian redup. Dan sekarang muncul lagi," imbuh Eko.


Ganja sintetis ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 2014. Saat itu ditemukan ada 10 kasus kematian akibat ganja sintetis.

Di Indonesia sendiri, tembakau gorila mulai ditemukan pada 2016. Beberapa kali polisi menangka pengedar tembakau gorila di Bali, Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. (mei/hri)